>

Hal Yang Harus Dihadapi Mahasiswa Perfilman

Sebagai mahasiswa perfilman, kali ini saya akan share tentang hal - hal yang harus dihadapi oleh calon Mahasiswa Perfilman seperti saya ini hehe. Alasan kenapa saya mencoba memposting ini adalah karena banyak sekali orang - orang yang salah jurusan dan ujung - ujungnya ga betah dengan jurusan kuliah sendiri.

Temen - temen saya pun begitu. Banyak yang tadinya semangat menjadi mahasiswa perfilman di semester awal, tapi begitu tau apa yang harus di hadapi di semester - semester depan, langsung galau tentang pilihan hidup.

Postingan ini spesial dibuat untuk kamu yang kepengen jadi mahasiswa perfilman, tapi masih belom tau apakah pilihan itu tepat atau ga.
Selamat membaca.

1. Pengetahuan Dasar


Kendala yang biasa ditemui oleh para maba (mahasiswa baru) di dunia perfilman adalah Pengetahuan Dasar. Di dunia perkuliahan, kamu tidak lagi dituntun seperti di SD-SMA untuk mempelajari setiap inti matakuliah yang diajarkan dosen. Menjadi mahasiswa artinya kamu harus siap mental menghadapi dosen yang kadang "cuek" dengan kebingungan kamu. Bagi kamu yang sudah memiliki dasar pengetahuan di bidang perfilman, tentunya bukan hal sulit untuk mengikuti setiap yang diajarkan dosen. Namun bila kamu sama sekali tidak memiliki dasar tentang perfilman, hendaklah mencari - cari ilmu dari internet, buku atau apapun sebelum memulai kuliah. Jangan menunggu diajarkan dosen karena kamu harus cepat menguasai bila tidak ingin gagal dalam sebuah mata kuliah.

Dalam kuliah perfilman, kamu akan diajarkan segala hal di segala aspek seperti Lighting, Penyutradaraan, Pengoprasian kamera, Editing, Tampil di depan layar, bekerja di belakang layar, menulis sebuah skenario, mengatur make up & wadrobe artis, mengatur blocking pemain, menjadi sutradara, mengatur budgeting suatu produksi, membuat proposal produksi dll.

Bila kamu hanya menguasai satu bidang saja (semisal editing saja), maka kamu akan kesulitan mengikuti beberapa mata kuliah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan editing. Maka dari itu hendaklah menyiapkan pengetahuan dasar di segala aspek (bukan satu aspek saja) sehingga ketika kamu menemui matakuliah tertentu, setidaknya kamu memiliki dasar yang memudahkanmu untuk menentukan tindakanmu di suatu mata kuliah.

2. Apa - Apa Praktek


Ya, memang untuk jurusan Perfilman/Pertelevisian tingkat mata kuliah praktek kita bisa dibilang 95% daripada jurusan lain yang tidak banyak matakuliah prakteknya. Seperti saya contohnya, dalam satu semester ada 9 - 10 matakuliah, 7 diantara nya merupakan mata kuliah praktek. Tentu hal ini bukan hal mudah. Di dalam setiap praktek, kita harus memperhatikan kesempurnaan dari setiap tugas praktek yang diberikan. Namun disatu sisi kita juga harus memperhatikan waktu untuk mata kuliah praktek lainnya. Mata kuliah praktek ini tidak selamanya per kelompok, namun juga individual. Jadi harus benar - benar bisa mengatur waktu dan kesempurnaan tugas praktek yang diberikan.

Mata kuliah praktek ini biasanya lah yang paling cepat membuat frustasi dan kebingungan tingkat akut. Seringkali badan sedang tidak fit, namun harus take shooting demi tugas 1 mata kuliah tertentu.

Dari sini, saya pribadi tidak memiliki solusi bagaimana agar terasa ringan. Maksud saya, di lihat darimana pun, mata kuliah praktek bukan lah hal ringan, namun dengan perasaan yang senang dan kesabaran, setidaknya ini dapat membantu mental - mental yang lelah hehehe


Ini adalah pertanyaan paling sering yang saya temui. Biasanya pertanyaan ini keluar dari mahasiswa baru ataupun orang tua mahasiswa yang mempermasalahkan kehadiran kamera ini hehe.

Sebetulnya dibilang harus sih engga. Jelas, kreativitas kan bisa datang darimana aja kan?
Dan yang kedua, sebenarnya penggunaan kamera untuk dunia broadcasting bukan seperti kamera diatas (SLR/DSLR), namun kamera ENG (Electric News Gathering), EFP (Electric New Production) macem ini :



Harga kamera ENG-EFP sendiri terakhir saya liat sekitar 27jt.
Gamungkin kan beli ginian demi kuliah doang? hehehe biasanya sih institusi pendidikan jurusan Perfilman/Pertelevisian menyediakan kamera ini untuk latihan meski make nya harus gantian.

Tapi, yang namanya melatih kemahiran, alangkah lebih enak kalo ada fasilitasnya kan? Jadi kalo menurut saya sendiri, punya kamera itu ga wajib, tapi kalau punya, akan lebih enak untuk latihan secara personal.

Sebetulnya sih kita bisa latihan dengan minjem kamera teman, tapi ya namanya minjem pasti ada batasan dan kita juga gabisa sembarangan dalam memakai kamera orang kan? Jadi memiliki kamera sendiri (DSLR/SLR) akan memudahkan latihan kita. Kehadiran SLR/DSLR ini sebenarnya udah cukup bila kita mo latihan (latihan pengambilan gambar, moving kamera dll), jadi gaperlu beli - beli ENG-EFP.

5. Kreativitas


Selain hal mental dan teknis diatas, hal lain yang harus kamu miliki sebagai modal adalah Kreativitas.
Jelas, dalam membuat suatu karya produksi, kreativitas sangat diperlukan. Kreativitas itu ga harus mahal kok, saya sendiri waktu masih jadi maba (mahasiswa baru) sering kedapatan ide kreatif karena posisi terpojok alias bener - bener ga ada modal (macem kamera, talent shooting, dll). 

Sebenarnya kita memang gabisa memaksakan kreativitas. Semisal lagi suntuk, stress, sedih, frustasi gitu kan gamungkin ada kreativitas kan? wkwk Untuk itu, bagi kamu yang punya kreativitas susah di munculkan, pada saat senggang, semisal lagi ga ada kuliah atau apalah nemu kreativitas, catet aja dulu ide nya. Jadiin di list supaya ketika kamu kedapetan tugas suruh bikin ini itu, kamu setidaknya punya list kreativitas yang udah kamu tabung hehe



Seringkali, begitu masuk jadi mahasiswa perfilman, para mahasiswa langsung cari posisi penting dalam suatu produksi. Rata - rata pada kepengen jadi sutradara karena "keliatannya" kerja nya enak, cuma nyuruh - nyuruh, bilang take-retake-cut, merintah sana sini dan terima beres hehe.
Keliatannya loh ya.....

Padahal, seorang sutradara yang baik itu harus mengerti setiap elemen dalam produksi. Semisal cuma modal suruh - suruh doang, pada saat ada lighting yang kurang, karena ga ngerti soal lighting, sutradara malah ngebiarin hal itu dan malah jadi "cacat" di sebuah karya produksi.

Saran sih, pada saat ada kerja kelompok bikin karya produksi, hal yang harus diperhatikan adalah tanggung jawab dan kesempurnaan pekerjaan kita. Bukan jobdesk nya. Semisal kalian dapet penata artistik, maka kerjakanlah dengan segenap jiwa raga biar kalian ter asah bakatnya di bidang itu. Gapapa merasa "ah gue ga cocok disini" atau merasa pekerjaan itu berat, atau merasa pekerjaan itu remeh, tapi lakukanlah dengan segenap jiwa raga, karena dibalik setiap jobdesk, ada ilmu yang kalian gatau.

7. Kerja Tim? Hm....
Begitu denger kalimat "Kerja Tim", apa yang ada dibenak kalian?
Menyenangkan? Seru? Terasa mudah? atau Sulit? Merepotkan? Penuh tekanan?

Sebagai mahasiswa yang belajar dibidang perfilman, "Kerja Tim" adalah kalimat yang menemani setiap nafas dan kedipan mata/halah. Setiap produksi, kita selalu ditekankan untuk bisa bekerja sama tim. Mengapa? Jelas, karena perfilman bukanlah hal yang bisa dilakukan sendiri (secara profesional sih).

Jadi bagi kalian yang merasa ga pernah sreg kerja tim, biasakan diri kalian bergaul dengan orang, mengenal kerabat tim sendiri dan lain - lain. Kerja tim............bisa jadi hal yang menyenangkan, bisa juga menjadi hal yang menyebalkan.

Menyenangkan apabila di tim kalian semua orang - orangnya kompak, solid, mau berbagi, mau mengalah, menekan egois masing - masing dan saling tolong menolong.
Ga menyenangkan apabila......yaaaa gitu deh,
Ada yang pengennya di denger aja, gampang marah, ambekkan, maunya posisi gede, ga tanggung jawab, egois, mau nya seneneng sendiri hehe

Sebetulnya kunci kerja tim menyenangkan itu cuma 2 :
1. Atur Ego
2. Jangan gampang marah

Ya namanya isi kepala orang, pasti pada beda - beda kan? Pasti ada aja saling kesel, merasa ga di hormatin, merasa ga dianggep dll. Tapi kalo kalian semua hadapi dengan kepala dingin, pasti hal - hal ngeselin kek gitu bisa teratasi

8. Planning

Seringkali, para mahasiswa perfilman paling takut dengan pertanyaan "abis kuliah mo kerja dimana?"
Hehe
Eeeeh......keknya ga mahasiswa perfilman aja sih, tapi untuk mahasiswa perfilman, ini jelas pertanyaan yang cukup 'mengerikan' karena seperti yang kita tahu, pilihannya : kalo ga kerja di stasiun TV, di Production House, di Radio atau di Surat Kabar.

Pertanyaannya "mampu ga?"
Hehehe Tenang....tenang....sebelum frustasi dan loncat dari lantai 4, ada baiknya kalian menyiapkan tujuan dengan sematang - matangnya bahkan sebelum kalian memutuskan jurusan kuliah.

Paling ga, kalian harus punya target "ah gue pengen kerja di stasiun TV" atau "ah gue pengen jadi jurnalis" sehingga kalian tau harus kemana, apa yang harus dilakukan, apa yang harus di persiapkan dll.

Kalau ditanya "bakal dapet kerjaan ga sih?"
Jawabannya kembali pada pribadi masing - masing. Selain potensi diri, jangan lupa, kita punya saingan jutaan orang yang mencari pekerjaan di lapak yang sama. Jadi, tingkatkan kemampuan diri sebagus-bagus-bagus-bagusnya, sehingga kamu bisa dengan cepat mendapatkan pekerjaan yang kamu mau.

Kuliah itu ga menjamin masa depan kamu. Tapi diri kamu sendirilah yang menjamin masa depan kamu. Sekian ulasan kali ini hehe
Semoga mencerahkan