Cara Memperbaiki Komputer Yang Rusak Dengan Mudah

Cara Memperbaiki Komputer - Cara Memperbaiki Komputer Mati Komputer Tiba-Tiba Mati Sendiri? Ini Dia Cara Mengatasinya
Komputer mati sendiri waktu dipakai. Saya yakin, ini adalah masalah yang lumayan sering dialami para pengguna PC. Terutama bagi mereka yang PCnya sudah berumur lama.

Komputer


Sebenarnya buat saya pribadi nggak begitu ganggu sih. Tapi bisa gawat juga, kalau masalahnya muncul tepat waktu saya lagi ada kerjaan (ngetik misalnya). Bisa nggak kesimpan.
Persis juga kalau lagi main game. Well, bisa-bisa nggak kesimpan game-nya. Atau kalau online, wah bisa bikin status turun hehe.

Untuk penyebabnya sendiri ada lumayan banyak. Bisa dari komponen, dan bisa juga dari sistem operasi. Penyebab Komputer Suka Mati Sendiri Secara Tiba-Tiba
#1. Sistem Operasi Bug
Ini bisa jadi karena Anda salah menginstall aplikasi atau driver tertentu. Efeknya lumayan berpengaruh lho.
#2. Sistem Tidak Stabil
Sistem bisa saja tidak stabil saat dipakai. Memang sih nggak begitu masalah, namun jika sudah crash, biasanya komputer akan tiba-tiba mati.

#3. RAM Rusak
Hubungannya sama bluescreen sebenarnya. Namun bukan restart yang terjadi, melainkan komputer langsung shutdown.

#4. VGA Rusak
Saya pernah mengalami ini sebelum VGA rusak (no display). Salah satu cirinya, PC saya kadang suka tiba-tiba mati. Padahal cuma dipakai dengar lagu.

#5. Processor Terlalu Panas
Jadi gini lho, di motherboard itu terdapat limitasi suhu, yang menjaga processor agak tidak kepanasan. Nah, kalau limitasi tersebut terlewati, maka komputer akan otomatis mati sendiri

#6. Power Supply
Dan tentu saja yang paling pengaruh itu ada di power supply (PSU). Entah itu karena kurang sesuai dengan spek, atau kualitasnya kurang bagus.

Cara Mengatasi Komputer Tiba-Tiba Mati Sendiri Waktu Sedang Dipakai
Well, jujur saja, memang akan mudah mengatasi masalah ini kalau kita tahu asal masalahnya. Tapi seperti yang Anda tahu, pasti susah kan, cari penyebabnya?

Nah, karena itu sekalian saja.. Kita bahas cara mengatasinya dibawah ini satu-satu. Dijamin Komputer Anda bisa jadi normal lagi.
1. Periksa Terlebih Dahulu Power Supply
Pertama saya bahas ini dulu. Karena penyebab inilah yang paling umum muncul, kalau kita lagi membahas tentang PC yang suka mati waktu dipakai.

Seperti yang saya bilang tadi, umumnya ada dua hal masalah penyebab dari PSU ini. Pertama karena PSU kurang bagus
Kedua karena tidak sesuai Spek, alias kurang daya.
Untuk PSU kurang bagus, maksud saya ialah PSU yang dipakai kurang sesuai dengan Komponen PC. Misalnya, kita pakai AMD Ryzen Threadripper. Well PSUnya juga otomatis harus berkualitas tinggi.

Untuk masalah kurang daya, setiap komponen PC memiliki kebutuhan power masing-masing. Dan di sini output daya PSU harus diperhatikan, jangan sampai kurang dari kebutuhan komponen.

Untuk mengatasi hal ini.
Pertama, silakan cek ulang kebutuhan daya dari Komputer.
Kedua, lanjut beli PSU berkualitas sesuai dengan spek yang dipakai.
Ganti PSU lama dengan yang baru (barangkali rusak). Dijamin Komputer Anda bakal normal kembali.

2. Perhatikan Masalah Overheat Processor
Limitasi suhu processor ini beda-beda ya.. Ada yang 80C sampai diatas 100C. Pertanyaannya, apakah komputer Anda sudah melewati limitasi suhu tersebut? Ini penting sekali di cek.

Caranya gimana min? Well gampang saja.
Coba gunakan aplikasi Core Temp atau HWMonitor.
Kemudian periksa suhu processor ketika lagi full load 100% (Coba pakai main game).
Nah, kalau suhunya memang panas (Diatas 80C), berarti bisa jadi ini penyebabnya. Untuk cara mengatasinya, lakukan 3 hal berikut:

#1. Lakukan Penggantian Thermal Paste Processor
Di processor, cairan yang biasa disebut thermal paste. Fungsinya untuk menghantarkan panas, antara processor dan FAN pendingin.

Ini perlu diperhatikan. Karena dalam jangka waktu tertentu, thermal paste tersebut bisa kering, membuat penghantaran panas terganggu, yang akhirnya membuat processor jadi panas
Silakan lepas HSF dari processor komputer Anda > Bersihkan thermal paste lama > Lalu pasang kembali.

#2. Periksa HSF Rusak
HSF artinya Heatsink FAN ya (Fan Pendingin processor). Nah, rusak yang saya maksud di sini, ialah putaran kipas yang tidak normal, atau memang nggak bekerja sama sekali.

Singkat saja. Ada cara mudah untuk mengatasi masalah ini. Yakni dengan mencoba membersihkan debu pada kipas. Biasanya cukup Efektif.
Catatan:
Periksa juga putaran RPM kipasnya (Bisa pakai software). Jangan sampai dibawah 1000 RPM kecuali tidak dalam keadaan full load.
Atau kalau mau coba setting secara manual RPM lewat BIOS.

#3. Bersihkan Debu Casing
Namanya debu di casing komputer itu memang bisa muncul dalan jangka waktu pemakaian tertentu.
Debu ini tentunya bisa berpengaruh terhadap perputaran angin (airflow istilah kerennya sih). Sehingga membuat suhu keseluruhan komponen jadi lebih panas.

Solusinya jelas dengan membersihkan debunya. Coba pakai kuas dan kompressor udara. Pasang juga dust filter di bagian tertentu untuk mengurangi debu yang masuk.

3. Periksa Tombol Power Komputer Anda
Terdengar sepele memang. Tapi saya pernah mengalaminya sendiri, jadi saya pikir mesti dibahas juga disini.
Jadi gini, untuk menyalakan Komputer, kita harus menekan tombol power terlebih dahulu. Nah, pada tombol ini terdapat sambungan kabel yang terhubung ke motherboard.

Yang jadi masalah, ialah ketika kabel tersebut putus serta tidak sengaja tersambung satu sama lain. Ini bisa membuat komputer jadi mati sendiri, dalam waktu yang acak.

Solusinya nggak sulit. Periksa kabel power casingnya. Kalau ada yang putus, coba betulkan dengan cara menyambungnya kembali.

4. Scan Antivirus
Masalah virus memang acak munculnya. Tapi kalau sudah ada, komputer akan jadi mengalami masalah tertentu, salah satunya bisa mati sendiri.

Nggak percaya? Penjelasan singkatnya, sebenarnya ini berhubungan dengan masalah crash pada sistem.
Tapi biasanya hanya ada pada virus yang berjalan dalam jumlah yang sangat banyak (malware dan sejenisnya).

Untuk mengatasinya gampang-gampang sulit. Tapi salah satu solusi yang bisa dipakai, yakni dengan melakukan scanning. Biasanya virus bisa dihapus.

5. Reinstall Windows Komputer Anda
Untuk mengatasi sistem tidak stabil, ada banyak sekali cara-cara yang bisa Anda lakukan. Contohnya seperti melakukan optimalisasi.

Sayangnya, melakukan optimalisasi ini kadang berhasil kadang nggak. Ya kurang lebih presentasenya sekitar 74%.
Untuk itulah, saya pikir solusi paling tepat ialah dengan menginstall ulang Windows. Tanpa optimalisasi, dijamin Sistem akan jadi normal kembali.

Caranya gimana? Well, kalau yang ini silakan searching ya.. Kalau dibahas disini saya pikir pasti bakal panjang sekali.

6. Periksa RAM Komputer
RAM memang merupakan komponen yang jarang rusak. Tapi kalau sudah rusak, RAM bisa mendatangkan masalah tertentu, seperti komputer mati sendiri, biasanya ketika booting.

Tapi seenggaknya Anda bisa sedikit tenang. Karena masalah RAM ini kebanyakan bisa teratasi, dengan menggunakan cara berikut.

Lepas RAM dari Komputer
Bersihkan kuningannya
Kemudian pasang kembali dengan benar.
Mudah kan?

7. Periksa VGA
Ada beberapa hal yang terjadi ketika VGA rusak.
Selain masalah umum seperti artefak atau no display, kerusakan ini juga bisa membuat komputer mati sendiri, utamanya saat main game.

Well, untuk itulah saya pikir Anda harus mengecek VGA Komputer Anda. Apakah normal atau tidak? Anda bisa menggunakan aplikasi semacam Furmark untuk mengetesnya.

8. Periksa Motherboard
Sejujurnya inilah yang paling sulit, kalau dibanding komponen-komponen yang saya bahas sebelumnya.
Motherboard ini kalau rusak, pengaruhnya cukup tinggi. Tapi, sayangnya cirinya terkadang susah dilihat.

Untuk solusi dari hal ini, saya pikir Anda harus mencoba memindahkan semua komponen komputer Anda ke Motherboard lain.
Dengan catatan, Anda sudah melakukan semua langkah yang telah saya bahas sebelumnya.

Penutup
Mengatasi komputer tiba-tiba mati sendiri memang agak sulit.
Mencari penyebabnya, hingga solusi memperbaikinya terkadang butuh waktu lama, serta membutuhkan juga nggak sedikit biaya (terutama kalau ada komponen yang harus diganti).

Tapi seenggaknya saya harap, pembahasan diatas sudah cukup menjelaskan Anda bagaimana caranya untuk mengatasi hal ini.

Next
Cara Memperbaiki Komputer Hang
Cara Mengatasi Laptop Hang Dengan Mudah
Ketika Anda memiliki laptop, selain berbagai macam kemudahan yang didapatkan, akan selalu ada masalah yang terjadi. Terutama ketika laptop Anda sudah berumur atau dipakai untuk menjalankan program yang terlalu berat yang akhirnya menyebabkan hang. Cara mengatasi laptop hang jadi penting untuk Anda ketahui.

Penyebab Laptop Lemot
1. Kurang Memori
Alasan pertama yang jadi penyebab laptop sering hang adalah karena kurangnya memori atau RAM. Biasanya kalau kapasitas RAM Anda hanya 4 GB, maka hanya ada beberapa program yang bisa dijalankan. Kalau memaksakan, hasilnya akan terjadi lemot. Bahkan kalau keterusan, akan merusak motherboard laptop Anda.

2. Terlalu Banyak Program
Alasan kedua adalah karena program yang terlalu banyak sehingga program tersebut menyita RAM. Kadang ada beberapa program yang tidak sedang Anda jalankan tapi berjalan di latar belakang. Sehingga membuat laptop Anda lelet kemudian ngehang.

3. Hardisk Bermasalah
Hardisk masih menggunakan piringan baja untuk menjalankan program. Piringan baja itu adalah nyawa dari si hardisk. Kalau seandainya piringan baja tersebut lecet, atau kesehatan hardisk Anda menurun, maka kemampuannya membaca program atau menjalankan program akan berkurang dan membuat laptop ngehang.

4. Ada Virus
Masalah yang paling umum terjadi saat laptop hang adalah karena bersarangnya berbagai macam virus, malware, atau sejenisnya. Virus yang menjangkiti laptop Anda bisa membuat banyak program berjalan sendiri dan bahkan bisa menghilangkan file-file yang ada di laptop Anda.

5. Ada Corrupt di System Files
System Files merupakan tempat dimana semua file yang mendukung sebuah program berkumpul. Di dalam folder tersebut kalau ada satu ada dua file yang corrupt, bisa membuat sebuah program ngehang. Kalau hanya satu dua program mungkin tak terlalu masalah, karena Anda tinggal uninstall programnya.

Tapi kalau masalahnya ada di system, atau file yang erat hubungannya dengan sistem, maka laptop yang ngehang akan terjadi berulang dan lama kelamaan bisa merusak laptop Anda secara permanen.

Cara Mengatasi Laptop Hang
1. Lewat BIOS
Cara mengatasi laptop lemot yang pertama dan bisa dibilang yang paling efektif adalah melalui BIOS. caranya begini;
Kalau sudah hang, segera restart laptop Anda. Atau kalau tidak bisa, lakukan Force Shutdown dengan menekan dan menahan tombol power.
Setelah mati, nyalakan lagi laptop Anda dan segera masuk ke BIOS. Ada banyak cara untuk masuk ke BIOS. Anda bisa menggunakan F12, F11, F8, F2, atau tombol lain sesuai laptop Anda.
Setelah berhasil masuk, silahkan pilih menu Advanced BIOS Features.
Cari yang ada kaitannya dengan BIOS Cache. Kemudian disable.
Jika sudah, simpan lalu klik Enter dan nyalakan lagi laptop Anda.
Cara ini juga bisa dipakai sebagai salah satu cara mengatasi laptop hang saat dinyalakan.

2. Ketika Starting
Ngehang tidak hanya terjadi saat Anda sudah berada di Windows. Tapi terkadang ngehang juga terjadi ketika Anda baru mau masuk Windows atau ketika proses booting. Cara mengatasinya begini;

Pertama masalah yang terjadi mungkin karena ada file yang hilang di sistem, atau karena virus dan corrupt. Cara mengatasi dengan scan registry memakai CCleaner atau lakukan scanning dengan antivirus. Kalau masih terjadi masalah yang sama, mungkin RAM Anda kotor. Bersihkan segera RAM Anda dengan penghapus karet atau vacuum cleaner.

Kalau masih juga ngehang, maka masalahnya ada di motherboard. Silahkan diperiksakan motherboard Anda. Kalau sudah rusak, artinya tidak bisa dibenahi lagi. Pun untuk membenahinya hanya ada 1 cara yakni mengganti motherboard yang harganya sama seperti harga laptop baru.

3. Mengatasi Not Responding
Hang juga ada dalam bentuk not responding. Kalau hang yang ini terbilang masih dalam taraf ringan. Cara mengatasi laptop hang Windows 10 ketika terjadi not responding adalah;

Silahkan tekan bersamaan tombol Shift, CTRL, dan Esc atau CTRl+Alt+Del.
Kemudian setelah Anda masuk ke Task Manager, tekan End Task pada program yang not responding. Kalau sudah, biasanya laptop akan berjalan normal lagi. Jika masih ngehang, maka mungkin persoalannya ada pada program yang rusak, atau laptop Anda tidak kuat. Kalau itu terjadi, segera hentikan sebelum merusak bagian lain di laptop.

4. Ketika Bermain Game
Saat Anda bermain game, masalah ngehang juga terjadi. Cara mengatasi laptop hang saat bermain game kurang lebih sama seperti cara-cara yang disebutkan di atas. Anda bisa melakukan End Task pada programnya, atau membersihkan laptop dari file-file sampah. Kalau masih juga ngehang, maka masalahnya ada disini;

Pertama, laptop Anda memang tidak kuat untuk bermain game itu. Solusinya, jangan main game atau upgrade laptop Anda.
Kalau terasa sangat panas, maka mungkin kipas di laptop Anda mati. Solusinya adalah segera ganti kipas.
Kalau kipas tidak masalah, maka mungkin persoalannya ada di Hardisk yang rusak.
Jika hardisk baik-baik saja tapi masih ngehang, mungkin thermal paste habis. Segera ganti.
Thermal paste aman, kipas tidak masalah, maka persoalannya ada di RAM atau VGA yang rusak. Solusinya, tentu saja mengganti komponen tersebut.
Nah bagaimana apakah laptop anda sudah teratasi sudah tidak mengalami hang lagi?

Next
Cara Memperbaiki Komputer Yang Error
Memperbaiki Komputer Yang Error Saat Dihidupkan
Masalah yang paling sering dihadapi dan akan dihadapi oleh semua komputer dan laptop adalah Error saat komputer akan dihidupkan atau bahasa kerenya Error saat Start Up. Banyak faktor yang dapat menyebabkan error ini. Berikut adalah trik komputer untuk mengatasi error saat komputer start up yang dibuat berdasarkan pengalaman admin singamedia.

1. Error DCMOS
Error yang akan dihadapi oleh semua komputer dan laptop adalah Error DCMOS. Singamedia akan memberikan cara mengatasi Error DCMOS. Error DCMOS terjadi karena Batre CMOS (batre Jam pada komputer) telah habis dayanya dan harus diganti. Batre CMOS memungkinkan komputer untuk tetap mengenali waktu walaupun komputer/lapto tidak dialiri daya listrik dari luar (PLN).

Mengatasi Error DCMOS dapat dilakukan dengan mengganti batre CMOS dengan membeli di toko-toko jam tangan. Harga batre juga cukup beragam, namun Saya menyarankan anda agar membeli batre yang harganya Rp 5.000 alias GOceng, karena ketahanannya sama saja.

Jika adan belum sempat membeli batre dan menggantinya ANDA MASIH DAPAT MENGHIDUPKAN komputer/laptop anda dengan trik komputer, menekan tombol F2 (untuk masuk ke setingan BIOS) kemudian anta pilih “Set As Default My Computer” atau semacam itulah, tergantung MotherBoard Komputer Anda. Kemudian tekan ENTER, dan Anda pilih Kembali “Save And Exit” Tekan ENTER 2 kali. Maka anda akan dapat masuk ke dalam OS. Cara ini merupakan salah satu trik komputer mengatasi Error saat Start UP Komputer.

2. Layar Monitor Tidak Muncul (Khusus PC/ Komputer)
Banyak terjadi masalah ketika komputer dinyalakan, ternyata pada layar mobitor tidak muncul apa-apa. Berikut ini adalah trik komputer untuk mengatasi error saat start up yang layar monitornya tidak muncul.

A. Pastikan Kabel yang menghubungkan monitor komputer dan CPU terpasang dengan benar
B. Jika sudah benar, coba buka kabel penghunung monitor dan CPU, yang berada di belakang CPU. Lihatlah pada ujung kabel tersebut. Perhatikan Besi-besi yang tertancap paba kabel tersebut. JIka salah satu besi tersebut berkunrang, maka kabel tersebut kurang tepat digunakan, anda disarankan mengganti kabel tersebut.

C. Jika Kartu Grafis / VGA anda OutBoard atau tidak menyatu dengan Prossesor, anda dapat mencabut pasangan VGA di Motrerboar dan Membersihkan bagian yang tercancap di MotherBoard dengan “KARET PENGHAPUS” yang biasa digunakan untuk menghapus pensil.

D. JIka sudah selesai, pasang kembali dan Hidupkan komputer anda.
E. Jika masih tidak berhasil, disarankan untuk membawa ke teknisi komputer terdekat.

Next
Cara Memperbaiki Komputer Restart Terus Saat Dinyalakan
Cara Mengatasi Windows Restart saat Booting

Menurut pengalaman Saya, penyebab Windows restart saat proses booting bermacam-macam. Bisa dipicu oleh hardware yang rusak, atau hanya karena kerusakan Windows saja. Kerusakan hardware biasanya ditandai dengan komputer yang tidak selalu gagal booting, kadang lancar saat masuk Windows, kadang restart setelah startup. Sedangkan kerusakan Windows biasanya ditandai dengan komputer akan terus menerus restart dan tidak bisa masuk Windows sama sekali.

Cara mengatasi Windows yang gagal booting atau sering restart setelah selesai startup dibawah ini Saya tulis berdasarkan pengalaman Saya. Saya akan memberikan solusi dari sisi hardware dan dari sisi Windows. Semoga solusi dibawah ini berhasil Anda terapkan pada komputer Anda yang bermasalah.

Namun jika masih belum berhasil, maka mari kita diskusikan di kolom komentar. Berikut cara mengatasi komputer Windows yang restart saat booting berdasarakan penyebabnya.

Penyebab Umum & Solusi Windows Restart saat Booting
1. Windows Bermasalah
Windows yang terus menerus restart saat booting kemungkinan paling pasti dikarenakan oleh sistem operasi yang bermasalah. Ada dua solusi yang biasanya Saya pakai, yaitu menggunakan System Restore Windows dengan cara masuk Safe Mode terlebih dahulu kemudian melakukan System Restore. Yang kedua adalah dengan instal ulang Windows.

2. Driver Hardware Tidak Cocok
Hal ini biasanya terjadi jika kita baru saja menginstall driver dan ternyata driver tersebut tidak cocok. Hal ini umum terjadi pada Windows versi lama. Setelah selesai instalasi driver VGA atau audio, komputer selalu restart setelah selesai loading Windows.

Belum pernah Saya temukan kendala booting seperti ini pada Windows 10. Solusi yang biasa Saya terapkan adalah uninstall terlebih dahulu driver hardware melalui Safe Mode kemudian instal ulang driver dengan versi terbaru.

3. Power Supply Rusak
Komputer yang kekurangan daya juga sering menjadi pemicu Windows selalu restart saat booting. Jika power supply PC Anda sudah bertahun-tahun dipakai, maka asupan daya kemungkinan tidak seperti dahulu lagi dan menyebabkan Windows gagal booting karena komputer kekurangan daya.

Cara mengatasi hal ini tentu saja harus mengganti power supply dengan yang baru. Namun kerusakan power supply ini seringkali sulit dideteksi karena komputer tidak selalu restart, hanya kadang-kadang.

4. Hardisk Bad Sector
Akibat dari hardisk yang mengalami bad sector tidak hanya Windows yang tidak mau booting, namun komputer malah berhenti saat proses booting, atau kadang stuck saat loading windows. Dalam beberapa kasus, ditandai dengan keluarnya bunyi aneh dari hardisk.

Solusi satu-satunya untuk masalah hardisk bad sector adalah penggantian hardisk. Namun, sebelum melakukan penggantian, ada baiknya untuk mengecek kondisi hardisk dengan HDSentinel. Jika software mendeteksi ada masalah fisik pada hardisk, maka bisa dipastikan hardisk harus diganti.

5. Hardisk Tidak Terdeteksi
Untuk melakukan pengecekan hardisk didekteksi oleh komputer atau tidak, bisa lewat BIOS. Untuk masuk menu BIOS, bisa berbeda-beda di setiap komputer atau laptop. Tergantung merk motherboard PC atau laptop yang Anda gunakan.

Jika bios tidak mendeteksi adanya hardisk di komputer Anda, maka ada dua kemungkinan, kabel data hardisk rusak, atau hardisk-nya yang rusak. Tidak hanya restart saat booting, namun hardisk yang tidak terdeteksi akan berhenti saat proses booting.

Solusinya adalah dengan membongkar komputer dan melakukan pengecekan. Namun tidak disarankan jika Anda belum berpengelaman dalam troubleshooting hardware komputer.

6. RAM Kotor
Memori RAM juga sering menjadi penyebab Windows restart terus saat booting. Pembersihan RAM biasa Saya lakukan dengan membongkar komputer. Namun tidak disarankan bagi Anda yang belum pernah melakukannya.

Next
Cara Memperbaiki Komputer Lemot
Atasi Penyebab Laptop Lemot dengan 11 Cara Ini, Mudah dan Praktis
Selain handphone, di era digital ini laptop juga merupakan benda yang masuk dalam kebutuhan primer. Pasalnya, laptop tergolong lebih praktis daripada komputer untuk mengerjakan sesuatu.

Fungsi laptop yang melebihi handphone ini biasanya digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan di handphone seperti mengedit video untuk durasi yang panjang, atau menulis artikel yang panjang.

Meski lebih praktis dari komputer, laptop pun bisa menjadi lemot. Buat kamu yang juga aktif menggunakan laptop, mendapati laptop yang tiba-tiba menjadi lemot pasti kesal. Berbagai cara pun dilakukan agar penyebab laptop lemot tersebut bisa segera diatasi.

Kamu bingung mengapa laptop bisa menjadi lemot? Berikut Liputan6.com, rangkum dari berbagai sumber penyebab laptop lemot dan cara mengatasinya.

Penyebab Laptop Lemot
1. Harddisk yang Sudah Lama
Kalau harddisk kamu sudah lama, maka kamu perlu menggantinya. Karena Harddisk juga memiliki batasan usia. Harddisk yang sudah tua, akan mempengaruhi performa laptop secara keseluruhan.

2. Harddisk Penuh
Data yang banyak juga memberikan faktor penyebab laptop lemot. Kalau harddiskmu sudah hampir penuh mencapai 95 persen, sangat besar kemungkinan laptopmu akan lemot.

3. Banyak Startup Programs
Kalau kamu memiliki banyak aplikasi di laptop, hal itu bisa menjadi salah satu penyebab laptop lemot. Soalnya, beberapa aplikasi itu akan berjalan di background secara otomatis saat kamu mulai menyalakan laptop. Makin banyak aplikasi yang berjalan otomatis ketika booting, akan menjadikan laptop semakin lemot.

4. Banyak Add-ons
Secara tidak sadar, kamu suka menambahkan add-ons pada laman browser. Hal ini lah penyebab laptop lemot. Jadi, kamu perlu teliti sebelmum memasang add-ons, ya.

5. Banyak Menjalankan Aplikasi
Tak jarang kamu membuka banyak aplikasi dalam satu waktu. Hal ini juga merupakan penyebab laptop lemot, karena terbatasnya RAM.

Penyebab Laptop Lemot Lainnya
6. Banyak Browser Tab yang Dibuka
Nah, membuka terlalu banya tab pada browser juga dapat menguras RAM laptop, lho. Apalagi kalau situs yang sedang dibuka memiliki fitur auto-refreshing.

7. Kena Virus
Virus pada perangkat elektronik ini memang bisa memperlambat bahkan merusak laptop. Oleh karena itu, waspada saat menerima file baik secara online maupun offline.

8. Antivirus yang Terlalu Aktif
Untuk mengatasi adanya virus pada laptop, pasti kamu sudah bersiap dengan aplikasi antivirus. Namun, kalau aplikasi antivirus ini terlalu aktif, juga menjadi penyebab laptop lemot karena berjalan di background.
Untuk mengatasinya, kamu bisa mengatur waktu tertentu untuk melakukan secanning secara rutin.

9. Ukuran RAM Kecil
Besarnya RAM yang terdapat pada laptop menjadi salah satu faktor penting terhadap kecepatannya. Kalau RAM Anda kecil, bisa coba ganti ke RAM yang lebih besar.

10. Jarang Melakukan Update OS
Pengguna laptop Windows atau MacOS, kamu tetap perlu rutin memperbarui sistem operasinya. Hal ini guna untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada laptop. Kalau jarang melakukan update, siap-siap saja laptop akan menjadi lemot.

Next
Cara Mengatasi Komputer / Laptop Lemot
Kalau laptopmu sudah terlanjur lemot, tenang saja, ada beberapa cara untuk mengatasi laptop lemot yang sangat mengganggu kegiatan ini. Berikut ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi laptop lemot:

1. Uninstall Aplikasi
Kalau kamu memiliki banyak aplikasi di laptop, mulailah untuk mengurangi aplikasi-aplikasi yang tidak digunakan. Banyaknya aplikasi pada laptop akan membuat kapasitas penyimpanan di Drive C akan penuh dan membuat sistem akan menjadi lama membaca harddisk.

Mulailah untuk menyeleksi aplikasi mana saja yang jarang dipakai. Setelah itu kamu bisa melakukan uninstall terhadap aplikasi-aplikasi tersebut untuk mengurangi lemot. Kamu cukup menggunakan aplikasi sesuai kebutuhan, karena aplikasi yang menganggur akan memenuhi laptop dan membuat kinerja laptop menurun.

2. Gunakan Antivirus
Virus pada perangkat elektronik menjadi salah satu penyakit yang membuatnya menjadi lemot. Seperti yang telah dijelaskan di atas tadi. Gunakan aplikasi antivirus dan gunakan dengan semestinya.

3. Gunakan Aplikasi untuk Mengatasi Laptop Lemot
Ketahuilah tentang spesifikasi laptopmu. Hal ini berguna untuk memasangkan aplikasi sesuai dengan spesifikasi prosesor dan RAM yang dimiliki laptop. Jika terlalu memaksakan install aplikasi, padahal laptop tidak mampu menampung atau menerima, maka siap-siap saja laptop menjadi lemot.

4. Buka Aplikasi Pilihan
Menyalakan aplikasi secara berlebihan menjadi salah satu penyebab laptop lemot, karena hal ini memaksakan kinerja RAM. Kamu perlu menyesuaikan penggunaan aplikasi dengan spesifikasi laptop yang dimiliki. Atau kamu bisa mengaktifkan task manager untuk mengontrol penggunaan RAM pada saat menjalanlan beberapa aplikasi sekaligus.

5. Bersihkan Desktop
Menaruh banyak aplikasi di bagian desktop juga merupakan salah satu penyebab laptop lemot dalam merespon perintah dari user. Selain itu, pastikan juga untuk mengawasi aplikasi yang berjalan ketika laptop sedang dalam aktivitas starup.

Usahakan jangan terlalu banyak aplikasi yang berjalan, karena ini akan menjadi penyebab laptop lemot. Sebab aplikasi tersebut menjadi working in background, yang diam-diam memakan kapasitas RAM.

6. Tambah Kapasitas RAM
Cara mengatasi laptop lemot lainnya ada pada penambahan RAM. Namun jangan asal menambah kapasitas RAM, perhatikan spesifikasi RAM (RAM DDR3, atau RAM DDR3L, serta RAM DDR4) dan juga kapasitas maksimal RAM yang bisa diaplikasikan pada laptop.

Cara Mengatasi Penyebab Laptop Lemot
7. Lakukan Pembersihan Drive C
Jika laptop sudah berusia tua, biasanya di atas 3 tahun, kinerjanya pasti akan menurun. Untuk itu, salah satu solusinya adalah melakukan pembersihan drive C. Lakukan juga uninstall dari program dan juga aplikasi yang dianggap memberatkan kinerja laptop untuk memperbaiki kinerjanya.

8. Reset Ulang Windows
Usia laptop yang sudah tua tidak hanya mempengaruhi kinerja hardware saja, tapi juga software. Oleh karena itu, kamu perlu mereset atau install ulang software yang digunakan. Selain itu kamu juga bisa mengganti software yang sebelumnya, untuk meningkatkan kinerja perangkat laptop.

9. Gunakan Thermal Paste
Kegunaan Thermal Paste adalah untuk mendinginkan dan menjaga suhu prosesor agar tidak cepat panas. Kalau suhu prosesor stabil, tentunya akan membantu kinerja laptop menjadi lebih stabil dan tidak cepat lemot.

10. Gunakan Cooling Pad
Cooling pad berguna untuk menjaga suhu laptop agar tidak terlalu panas. Karena kalau laptop terlalu panas, akan membuat laptop menjadi lemot.

11. Ganti Memori HDD dengan SSD
Harddisk HDD memiliki kecepatan data yang relative lambat. Untuk mengatasinya, sebaiknya kamu menggantinya dengan penyimpanan SSD.

12. Gunakan Aplikasi Pemacu Kinerja Laptop
Untuk mengatasi aplikasi lemot, kamu bisa menggunakan aplikasi yang berfungsi mendukung kinerja laptop agar menjadi lebih cepat. Kamu bisa mencoba aplikasi seperti CCleaner, Razer Game Booster, IObit Advanced SystemCare, Advanced System Optimizer, dan lain sebagainya.

Next
Cara Memperbaiki Komputer Sering Restart Sendiri
Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri Paling Efektif
Pernahkah komputer anda tiba-tiba restart sendiri, dan membuat anda kebingungan karna tidak tahu penyebabnya? Atau mungkin anda sedang mengalaminya sekarang, dan hendak mencari tahu penyebab serta cara mengatasinya? Tenang, komputer memang bisa restart sendiri, karena adanya masalah pada hardware atau software komputer tersebut. Jadi bukan karena adanya paparan sinyal dari UFO atau karena adanya hantu yng menjahilimu.

Jika kamu sudah merasa bosen dan kesal karna direpotkan oleh komputer yang terus saja tiba – tiba restart tanpa pernah mau kompromi terlebih dahulu, artikel kali ini akan mencoba membantu anda untuk mengatasinya. Berikut panduan cara mengatasi komputer restart sendiri: (Baca Juga: Cara Mengatasi Laptop Mati Sendiri , Cara Meningkatkan Kinerja Laptop yang Lemot).

1. Cek Daya pada Power Supply
Sama seperti kendaraan yang butuh bensin agar mesin bisa berjalan, komputer juga membutuhkan listrik untuk bisa beroprasi. Tegangan listrik di Indonesia, terutama di beberapa daerah seringkali naik-turun. Jika daya listrik yang diterima oleh Power Supply kurang, niscaya komputer akan restart. Untuk mengatasinya anda bisa menggunakan stabilizer atau UPS. Sehingga suplay daya tetap terjaga meski tegangan listik naik/ turun.

Satu lagi, lonjakan listrik tiba-tiba juga cukup berbahaya, selain bisa membuat komputer restart, juga berpotensi merusak komponen. Jika power supply bermasalah/ rusak, suplay daya pada komponen lain pada komputer juga (Baca juga: Tanda Power Suply Rusak , Jenis Jenis Power Supply dan Fungsinya).

2. Cek Temperatur dalam CPU
Biasanya komputer yang mengalami overheating akan merestart diri sendiri, untuk mengatasi rusaknya beberapa komponen karena kepanasan. Jika anda menjalankan program yang cukup berat, apalagi hingga beberapa jenis program dan dalam waktu cukup lama, komputer bisa mengalami overheat. Untuk mengatasinya, sebaiknya jangan buka terlalu banyak program dalam waktu bersamaan. Matikan program yang tidak benar-benar anda gunakan.

Baca Juga:
Penyebab Komputer Sering Hang
Cara Menjaga Laptop agar tidak rusak
Cara Agar Laptop Tidak Lemot

Untuk mengetahui apakah komputer anda mengalami overheating, anda bisa mengecek temperature komputer anda dengan menggunakan program seperti Open Hardware Monitor, Speed Fan, Speccy, atau Hardware Monitor. Penulis sendiri menggunakan Open Hardware Monitor, yang menampilkan informasi temperature yang lebih rinci dibanding Hardware Monitor.

Selain disebabkan oleh kerja processor yang terlalu berat akibat banyaknya tugas yang dijalankan program, overheating juga bisa disebabkan oleh terganggunya sistem pendinginan dalam CPU. Untuk mengatasinya lakukan langkah no.3 di bawah ini. Baca juga: CPU Panas , Dampak Pengaruh CPU Usage 100).

3. Cek Fan dan Heatsink dalam CPU
Fan dan heatsink yang bermasalah berakibat kurang lancarnya proses pendinginan komponen dalam CPU, terutama processor. Periksa apakah fan (kipas) berputar dengan normal. Bersihkan semua debu yang menempel pada fan dan heatsink. Jika setelah membersihkan semua debu, fan tetap tidak berputar dengan normal (tersendat-sendat), apalagi jika fan mati, segeralah ganti fan anda, sebelum komponen lain menjadi rusak karena overheating. (Baca Juga: Penyebab laptop restart sendiri , Jenis-jenis Booting Komputer).

4. Cek Processor
Processor mempunyai self system untuk merestart komputer jika mencapai temperatur tertentu, untuk mengantisipasi kerusakan pada processor tersebut akibat overheating. Jadi jika fan processor anda bermasalah, tidak aneh jika komputer terus menerus restart. Memperbaiki kerusakan pada fan bisa mengatasinya.

Namun jika fan tidak bermasalah, dan heatsink juga bebas debu; cek pasta (iso thermal) pada processor. Pada komputer yang sudah cukup lama dipakai, kemungkinan pasta penyalur panas dari processor ke heatsinknya tersebut sudah menipis dan kering/ menggumpal. Sebaiknya anda menggantinya dengan pasta baru. Ada banyak iso thermal yang beredar dipasaran, dengan berbagai harga. Namun ada harga ada kualitas, sebaiknya jangan pakai yang murahan. Jika darurat anda bisa menggunakan pasta gigi, tapi hanya untuk satu dua hari saja.(Baca juga: Fungsi Prosesor, Penyebab Kerusakan Processor).

5. Cek VGA
Jika VGA bermasalah, biasanya akan menampilkan bluescreen sebelum komputer me-restart dirinya sendiri. Anda bisa mengecek tulisan yang tertera pada layar saat bluescreen terjadi, untuk memastikan penyebabnya. Beberapa VGA Card juga memiliki kipas pendingin, jika kipas bermasalah maka proses pendinginan VGA tidak akan berjalan dengan baik, maka komputer akan restart. Periksa kipas pada VGA, pastikan fan VGA berputar secara normal.

(Baca juga: Fungsi VGA Card, Cara Memperbaiki Blue Screen of Death)

6. Cek Hardisk
Sama seperti pada VGA, kerusakan pada hardisk akan menampilkan bluescreen sebelum komputer me-restart dirinya sendiri. Adanya badsector pada hardisk akan membuat tidak terbacanya data yang diperlukan processor, hal ini bisa mengakibatkan me-restartnya komputer. Bahkan jika kerusakan pada hardisk terlalu parah, komputer tidak akan menyala sama sekali. Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan checkdisk dan defragment pada hardisk.

Baca juga:
Fungsi Harddisk
Jenis-jenis Harddisk
Cara Mengatasi Blue Screen Windows 7

Tak terbacanya data pada hardisk juga bisa disebabkan oleh kabel data yang rusak/bermasalah. Periksalah sambungan kabel pada hardisk, pastikan terpasang dengan benar. Untuk memastikan kabel tidak bermasalah, coba pasang hardisk menggunakan kabel data lain.

7. Cek RAM
RAM yang bermasalah, biasanya akan menampilkan blue screen. Rusaknya RAM bahkan akan mengakibatkan komputer tidak menyala sama sekali. Jika RAM bermasalah, anda bisa mencoba membersihkan pin-pinnya dengan penghapus pinsil. Lalu pastikan RAM terpasang dengan benar.

Selain karena RAM bermasalah, kapasitas RAM yang kurang juga bisa mengakibatkan komputer restart. Jika anda menjalankan beberapa program yang cukup berat, sedangkan kapasitas RAM anda tidak mencukupi, maka akan terjadi low memory yang mengakibatkan komputer restart. Untuk mengatasinya anda bisa menambah kapasitas RAM anda.

8. Cek Driver/ Software yang terinstal
Driver tidak kompatibel bisa mengakibatkan ketidakcocokan antara hardware dengan system operasi, dan hal ini bisa menyebabkan komputer restart. Biasanya permasalahan ini juga akan menampilkan bluescreen. Untuk mengatasinya, anda harus mengetahui driver mana yang bermasalah, dengan mengeceknya pada Devices Manager. Caranya buka start menu,klik kanan pada my computer, lalu pilih device manager. Gantilah driver tersebut dengan driver yang kompatibel. (Baca Juga: Cara Mencegah Flashdisk dari Virus , Pengertian Trojan Virus).

Pemasangan software program yang tidak sesuai dengan spesifikasi hardware, dan OS komputer anda juga bisa menyebabkan komputer restart. Misalnya menjalankan program yamg membutuhkan grafis, memori serta daya yang cukup tinggi padahal kapasitas komputer kita hanya standar, selain membuat komputer lag, hal itu juga bisa membuat komputer terlalu dipaksakan hingga restart. Untuk itu, sebaiknya pilihlah program yag sesuai dengan spek dan OS komputer. Jika komputer anda bukan keluaran terbaru, jangan paksakan untuk menginstall program terbaru.

Demikian ulasan beberapa cara mengatasi komputer restart sendiri. Tegangan listrik yang naik turun sehingga suplai daya terganggu; rusaknya komponen seperti VGA, Hardisk atau juga RAM; serta permasalahan pada system pendinginan yang menyebabkan processor, chipset, atau juga VGA overheating; serta driver yang tidak compatible bisa mengakibatkan komputer restart. Untuk mengatasinya anda harus memeriksa komputer, dan menemukan penyebabnya terlebih dahulu.

Next
Cara Memperbaiki Komputer Yang Rusak
Cara Sederhana Memperbaiki Komputer Rusak
Seringkali saya di panggil untuk memperbaiki komputer di rumah-rumah maupun di kantor-kantor baik milik perorangan maupun instansi, dari pengalaman memperbaiki komputer itu saya menemukan banyak sekali keluhan kerusakan komputer yang hampir sama, antara lain karena terserang virus, komputer tidak bisa di hidupkan dan hanya mengeluarkan bunyi tertentu, CPU hidup tapi monitor tidak menampilkan gambar dan masih banyak lagi keluhan lainnnya dan menurut saya ada beberapa kerusakan ringan seperti itu bisa dicoba untuk memperbaiki sendiri terlebih dahulu sebelum memanggil seorang teknisi.

Disini kami hanya ingin membantu bagi pengunjung blog Pemula ini yang masih awam dalam memperbaiki komputer sendiri, dan topik yang ingin saya sampaikan adalah hanya "komputer tidak bisa hidup dan mengeluarkan bunyi tertentu", kenapa saya ingin menyampaikan topik ini karena menurut saya, kerusakan hardware seperti ini masih bisa dicoba untuk diperbaiki sendiri terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk memanggil seorang teknisi komputer.

Tetapi perlu diingat bahwa tidak semua kerusakan dapat diperbaiki sendiri, namun perlu orang yang memang profesional di bidangnya. Namun untuk kerusakan ringan seperti komputer mengeluarkan bunyi tertentu sebaiknya dicoba dulu perbaiki sendiri, setelah itu baru apabila tidak bisa juga diperbaiki barulah memanggil seorang teknisi.

Berikut ini adalah tips dari Belajar Ilmu Komputer untuk Belajar memperbaiki sendiri komputer anda di rumah sebelum memanggil seorang teknisi khususnya kerusakan ringan hardware.

Bila komputer anda di rumah, di kantor atau di manapun memberikan tanda berupa bunyi tertentu dan tidak bisa hidup atau tidak bisa muncul di monitor, coba ikuti langkah-langkah berikut mungkin bisa membantu anda sebelum memutuskan untuk memanggil seorang teknisi, namun untuk memperbaikinya kita perlu masuk (tangan saja yang masuk karena badan kita gak mungkin muat) ke dalam CPU (Central Proccessing Unit).

Langkah 1
Matikan Komputer/PC anda dan Cabut koneksi kabel listrik ke stop kontak.

Langkah 2
Buka case/casing CPU, dan lepaskan keping memory dari tempatnya. cara melepaskan memori, tarik ke samping tuas pengunci yang ada pada kedua ujung keping memory hingga keping memori agak sedikit terangkat.

Langkah 3
Cabut keping memori dari tempatnya dan keluarkan dari casing/case. (pastikan bahwa tuas pengunci memori benar-benar sudah terbuka).

Langkah 4
Bersihkan bagian kuningan yang terkoneksi ke motherboard dengan menggunakan penghapus pensil (jangan disentuh dengan tangan bagian kuningan).

Langkah 5
Pasang kembali keping memori yang sudah dibersihkan pada tempatnya semula pada motherboard dan jangan lupa menguci dengan tuas pengunci. Tuas pengunci akan terkunci dengan sendirinya jika anda memasang keping memori dengan benar (tidak terbalik). Lakukan pemasangan keping memori dengan menekan kedua ujung keping memori secara perlahan dan perhatikan tuas pengunci benar-benar sudah terkunci.

Langkah 6
Lakukan langkah 4 untuk semua kartu yang terkoneksi ke motherboarboard khususnya Kartu grafik/VGA Card (apa salahnya membersihkan semua komponen sekalian, tidak rugikan?).

Langkah 7
Bilah yakin semua kartu yang terpasang sudah dibersihkan dan terpasang pada tempatnya masing-masing maka sekarang saatnya untuk membuktikan apakah semua yang dilakukan tadi mendapatkan hasil yang lebih baik (komputer hidup) atau tidak ?.

Langkah 8
Hubungkan kembali kabel power dari komputer ke stop kontak dan hidupkan komputer anda dan perhatikan perubahan yang terjadi.
Jika berhasil maka komputer anda akan hidup seperti semula, dan jika komputer tetap tidak bisa hidup juga barulah anda bisa mengambil keputusan untuk memanggil seorang teknisi.

Mencoba itu lebih baik daripada tidak sama sekali, sederhana bukan ? selamat mencoba semoga tips dari belajar ilmu komputer ini bisa bermanfaat.

Next
Cara Sederhana Memperbaiki Komputer Rusak
Seringkali saya di panggil untuk memperbaiki komputer di rumah-rumah maupun di kantor-kantor baik milik perorangan maupun instansi, dari pengalaman memperbaiki komputer itu saya menemukan banyak sekali keluhan kerusakan komputer yang hampir sama, antara lain karena terserang virus, komputer tidak bisa di hidupkan dan hanya mengeluarkan bunyi tertentu, CPU hidup tapi monitor tidak menampilkan gambar dan masih banyak lagi keluhan lainnnya dan menurut saya ada beberapa kerusakan ringan seperti itu bisa dicoba untuk memperbaiki sendiri terlebih dahulu sebelum memanggil seorang teknisi.

Disini Blog Belajar Ilmu Komputer hanya ingin membantu bagi pengunjung blog BIK Pemula ini yang masih awam dalam memperbaiki komputer sendiri, dan topik yang ingin saya sampaikan adalah hanya "komputer tidak bisa hidup dan mengeluarkan bunyi tertentu", kenapa saya ingin menyampaikan topik ini karena menurut saya, kerusakan hardware seperti ini masih bisa dicoba untuk diperbaiki sendiri terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk memanggil seorang teknisi komputer. Tetapi perlu diingat bahwa tidak semua kerusakan dapat diperbaiki sendiri, namun perlu orang yang memang profesional di bidangnya. Namun untuk kerusakan ringan seperti komputer mengeluarkan bunyi tertentu sebaiknya dicoba dulu perbaiki sendiri, setelah itu baru apabila tidak bisa juga diperbaiki barulah memanggil seorang teknisi.

Berikut ini adalah tips dari Belajar Ilmu Komputer untuk Belajar memperbaiki sendiri komputer anda di rumah sebelum memanggil seorang teknisi khususnya kerusakan ringan hardware.

Bila komputer anda di rumah, di kantor atau di manapun memberikan tanda berupa bunyi tertentu dan tidak bisa hidup atau tidak bisa muncul di monitor, coba ikuti langkah-langkah berikut mungkin bisa membantu anda sebelum memutuskan untuk memanggil seorang teknisi, namun untuk memperbaikinya kita perlu masuk (tangan saja yang masuk karena badan kita gak mungkin muat) ke dalam CPU (Central Proccessing Unit).

Langkah 1
Matikan Komputer/PC anda dan Cabut koneksi kabel listrik ke stop kontak.
Langkah 2
Buka case/casing CPU, dan lepaskan keping memory dari tempatnya. cara melepaskan memori, tarik ke samping tuas pengunci yang ada pada kedua ujung keping memory hingga keping memori agak sedikit terangkat.

Langkah 3
Cabut keping memori dari tempatnya dan keluarkan dari casing/case. (pastikan bahwa tuas pengunci memori benar-benar sudah terbuka).
Langkah 4
Bersihkan bagian kuningan yang terkoneksi ke motherboard dengan menggunakan penghapus pensil (jangan disentuh dengan tangan bagian kuningan).

Langkah 5
Pasang kembali keping memori yang sudah dibersihkan pada tempatnya semula pada motherboard dan jangan lupa menguci dengan tuas pengunci. Tuas pengunci akan terkunci dengan sendirinya jika anda memasang keping memori dengan benar (tidak terbalik). Lakukan pemasangan keping memori dengan menekan kedua ujung keping memori secara perlahan dan perhatikan tuas pengunci benar-benar sudah terkunci.

Langkah 6
Lakukan langkah 4 untuk semua kartu yang terkoneksi ke motherboarboard khususnya Kartu grafik/VGA Card (apa salahnya membersihkan semua komponen sekalian, tidak rugikan?)
Langkah 7
Bilah yakin semua kartu yang terpasang sudah dibersihkan dan terpasang pada tempatnya masing-masing maka sekarang saatnya untuk membuktikan apakah semua yang dilakukan tadi mendapatkan hasil yang lebih baik (komputer hidup) atau tidak ?.

Langkah 8
Hubungkan kembali kabel power dari komputer ke stop kontak dan hidupkan komputer anda dan perhatikan perubahan yang terjadi.
Jika berhasil maka komputer anda akan hidup seperti semula, dan jika komputer tetap tidak bisa hidup juga barulah anda bisa mengambil keputusan untuk memanggil seorang teknisi.

Mencoba itu lebih baik daripada tidak sama sekali, sederhana bukan ? selamat mencoba semoga tips dari belajar ilmu komputer ini bisa bermanfaat.
Next
Bagaimana Memperbaiki Komputer yang Bermasalah (Error, Hang, Macet, atau Tidak Menyala)
Apa yang harus dilakukan ketika komputer PC, Laptop, atau Tablet anda bermasalah?
Hari yang buruk terjadi saat Anda menekan tombol power pada komputer namun tidak terjadi apa apa. Beberapa masalah komputer lainnya malah membuat lebih frustrasi daripada hanya ketika komputer tidak bisa booting.

Ada banyak alasan mengapa komputer tidak menyala dan sering kali sangat sedikit petunjuk tentang penyebab permasalahannya. Ada fakta bahwa sesuatu yang menjadi sumber masalah bisa jadi bagian termahal dari PC Anda - seperti motherboard atau CPU.

Tapi jangan takut karena semua data anda belum tentu hilang! Inilah yang perlu Anda lakukan:
Baca petunjuk nomer 1 di bawah (yang akan membuat Anda merasa lebih baik).
Pilih salah satu panduan di bawah, berdasarkan status komputer Anda atau pilih panduan nomor terakhir jika komputer berhenti di sebuah titik disertai pesan kesalahan/error.
Pilih panduan pemecahan masalah terbaik dari bawah berdasarkan pada bagaimana komputer Anda bertindak atau pilih yang terakhir jika PC Anda berhenti pada titik mana pun karena pesan kesalahan/error.

Informasi
Semua panduan troubleshooting di bawah ini dapat diterapkan di semua perangkat PC. Dengan kata lain, mungkin juga dapat membantu jika desktop atau laptop Anda bermasalah, atau bahkan mungkin tablet anda. Selain itu, dapat diaplikasikan tidak perduli windows mana yang terinstall, termasuk WIndows 10, Windows 8, Windows 7, Windows Vista, dan Windows XP. Langkah 1 - 5 bahkan bisa berlaku untuk sistem operasi lain seperti Linux.

1. Jangan Panik! File Anda Mungkin Masih Baik-baik Saja
Ketika berhadapan dengan komputer yang bermasalah, kebanyakan orang cenderung panik, khawatir bahwa semua data pada komputer mereka akan hilang selamanya.

Memang benar bahwa alasan paling umum komputer bermasalah itu karena perangkat keras ada yang rusak atau bermasalah tapi perangkat keras tersebut jarang terjadi pada hard drive (HDD) terlebih lagi jika sudah menggunakan SSD (yang notabene lebih aman dari HDD), yang merupakan bagian dari komputer yang menyimpan semua file Anda

Dengan kata lain, musik, dokumen, email, dan video mungkin saja masih aman - hanya saja tidak dapat diakses saat ini.
Jadi ambillah napas dalam-dalam dan cobalah untuk santai. Ada kesempatan baik dimana Anda dapat mengetahui persis mengapa komputer anda bermasalah dan kemudian Anda memperbaikinya dan komputer dapat kembali bekerja.

2. Komputer Tidak Menunjukkan Adanya Power/Tegangan
Cobalah langkah-langkah ini jika komputer Anda tidak mau menyala dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda tegangan - kipas tidak berputar dan tidak ada lampu yang menyala pada casing komputer.

Penting
Anda mungkin melihat cahaya di bagian belakang PC Anda tergantung pada jenis power supply yang Anda miliki dan mungkin juga penyebab masalahnya.
Catatan

Jangan khawatir tentang monitor saat ini. Jika komputer tidak menyalakan karena masalah listrik maka monitor tentu tidak dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Lampu monitor Anda kemungkinan besar akan oranye / kuning jika komputer Anda berhenti mengirimkan informasi ke monitor.

3. Komputer Bisa Menyala... Lalu Mati Lagi
Ikuti langkah berikut jika, ketika Anda menghidupkan komputer Anda, komputer anda mati dalam beberapa detik atau menit.
Anda mungkin mendengar kipas di dalam komputer Anda menyala, dan melihat lampu-lampu di depan komputer Anda aktif atau berkedip, lalu kemudian semuanya mati lagi. Monitor tidak menampilkan apa-apa, dan Anda mungkin mendengar bunyi bip dari komputer sebelum mati dengan sendirinya.
Catatan
Seperti pada skenario sebelumnya, jangan khawatir tentang keadaan monitor. Meski mungkin ada masalah pada monitor juga, namun saat ini belum saatnya hal tersebut diatasi.

4. Komputer Menyala Tetapi Tidak Muncul Apapun Pada Monitor
Jika komputer Anda tampaknya menerima tegangan setelah menyalakannya, namun monitor tidak menampilkan apa-apa, cobalah langkah-langkah mengatasi masalah ini.
Dalam situasi ini, lampu daya akan tetap menyala, Anda mungkin mendengar kipas dalam PC Anda bekerja, dan Anda mungkin mendengar bunyi beep dari komputer.

Situasi ini adalah situasi paling umum, dan sayangnya ini juga merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk diatasi.

5. Komputer Berhenti atau Reboot Terus Menerus Selama POST
Gunakan panduan ini ketika komputer Anda dapat menyala, dan menampilkan sesuatu di monitor, tapi kemudian berhenti, tak ada gerakan, atau reboot berulang-ulang selama Power On Self Test (POST).

POST pada komputer Anda mungkin terlihat seperti di screenshot kiri atau sebaliknya mungkin hanya menampilkan logo pembuat komputer Anda.
Penting
Jangan gunakan panduan nomor 5 ini jika Anda mengalami masalah selama pemuatan/loading sistem operasi, yang terjadi setelah Power On Self Test ini selesai. Untuk mengatasi masalah yang terkait Windows, dapat menggunakan panduan mulai dengan nomer 6 di bawah ini.

6. Komputer Mulai Memuat/Loading Windows Tapi berhenti atau Reboot karena Blue Screen

Jika komputer Anda mulai memuat Windows, namun kemudian berhenti dan menampilkan layar biru (Blue Screen) dengan informasi tentang pesan kesalahan/error maka cobalah langkah-langkah ini. Anda mungkin melihat Windows splash screen sebelum muncul blue screen.

Ini jenis kesalahan yang disebut STOP error tetapi lebih sering disebut sebagai Blue Screen of Death atau BSoD. Kesalahan ini adalah alasan umum mengapa komputer tidak menyala.
Penting
Gunakan panduan ini meskipun jika BSoD hanya tampil sesaat di layar dan komputer merestart secara otomatis, tanpa memberikan Anda waktu untuk membaca pesan kesalahan/error tersebut.

7. Komputer Mulai Memuat/Loading Windows Tapi Selalu Terhenti atau Reboot Tanpa Pesan Kesalahan/Error
Cobalah langkah-langkah berikut ketika komputer Anda mulai memuat Windows, tapi kemudian berhenti, atau reboot berulang-ulang tanpa menampilkan pesan kesalahan/error apapun.
Berhenti, atau restart kembali dapat terjadi pada Windows splash screen seperti yang ditunjukkan oleh gambar di kiri atau bahkan pada layar hitam, dengan atau tanpa adanya kursor berkedip.

Catatan
Jika komputer Anda bermasalah dan Anda melihat Blue Screen selama beberapa detik, Anda mengalami Blue Screen of Death dan harus menggunakan panduan troubleshooting nomer 6 di atas.
Penting
Jika Anda menduga bahwa Power On Self Test masih berlangsung dan bahwa Windows belum memulai untuk loading, panduan yang lebih baik adalah nomer 5 di atas. Disini kadang-kadang sulit untuk dibedakan.

8. Windows Selalu Kembali ke layar Opsi Boot Lanjutan (Advanced Boot Options)
Gunakan panduan ini apabila ada menu Boot Advanced Options yang selalu muncul setiap kali Anda me-restart komputer dan tidak satupun dari pilihan tersebut yang berhasil.
Dalam situasi ini, tidak peduli pilihan Safe Mode manapun yang Anda pilih, komputer Anda akhirnya berhenti atau me-restart sendiri, setelah itu Anda kembali pada menu Advanced Boot Options tadi.

Ini adalah cara yang sangat menyebalkan di mana komputer Anda tidak akan menyala karena Anda mencoba untuk menggunakan cara-cara dari Windows untuk menyelesaikan masalah Anda, tetapi solusi mereka tidak ada yang membantu sama sekali.

9. Windows Berhenti atau Reboot Saat atau Setelah Login Screen
Coba panduan mengatasi masalah ini ketika komputer Anda menyala, Windows menunjukkan menu login, tapi kemudian berhenti, atau reboot saat itu juga atau setelahnya.

Terkadang hal ini terjadi saat komputer booting hingga di login screen, lalu saat login, komputer menjadi hang, atau merestart kembali.

10. Komputer Tidak Sepenuhnya Bekerja Karena Ada Sebuah Pesan Kesalahan/Error
Jika komputer Anda menyala tapi kemudian berhenti/macet/hang pada suatu titik, dan menampilkan pesan kesalahan/error, maka gunakan panduan ini.
Pesan kesalahan/error mungkin muncul pada suatu tahap saat proses booting pada komputer Anda, termasuk selama POST, saat pemuatan/loading Windows, atau muncul di sepanjang jalan menuju ke desktop Windows.

Catatan
Satu-satunya pengecualian dalam menggunakan panduan ini yaitu apabila pesan kesalahannya adalah Blue Screen of Death. Lihat nomer 6 di atas untuk panduan yang lebih baik untuk masalah BSoD.
Next
Cara Memperbaiki Berbagai Kerusakan Komputer Dengan Mudah
Komputer adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang kompleks, dan masalah dapat mudah terjadi pada komputer. Dengan mengetahui cara memperbaiki masalah pada komputer sendiri, Anda dapat menghemat banyak biaya untuk perbaikan dan membeli perangkat keras baru, dan komputer juga akan bekerja dengan baik selama bertahun-tahun. Anda dapat melakukan banyak upaya perawatan melalui sistem operasi, dan memperbaiki perangkat keras pada umumnya tidak sesulit yang dikira.

1. Merawat Sistem Operasi
1. Hapus virus. Virus adalah penyebab utama kebanyakan masalah pada komputer. Dengan menghapus virus dan memastikan bahwa komputer bebas dari virus, kesehatan komputer akan jauh lebih terjamin.
1.1 Jika Anda tidak memiliki program antivirus, pasanglah. Pengguna Mac juga harus memasang program antivirus, karena Mac sudah menjadi sasaran virus yang lebih besar.

2. Hapuslah adware. Adware adalah program yang sering kali terpasang bersama program lain, dan adware mungkin saja sulit dihapus. Program adware mengirimkan iklan dan mungkin membajak peramban. Beberapa adware menjadikan informasi pribadi pengguna sebagai sasaran.

3. Hapuslah batang alat peramban yang tidak diinginkan. Kebanyakan batang alat dapat menyebabkan peramban bekerja lambat, dan banyak batang alat yang sulit dihapus. Jika Anda tidak dapat menghapusnya setelah mencoba banyak cara, Anda mungkin harus memasang ulang peramban atau memasang peramban baru.

4. Hapuslah program yang tidak terpakai. Jika Anda memiliki banyak program yang tidak digunakan, program akan memakan ruang penggerak, dan juga berpotensi memperlambat komputer karena program mungkin saja bekerja di belakang layar. Periksalah daftar program dan hapuslah program yang tidak lagi digunakan.

4.1 Lihatlah panduan ini untuk mempelajari cara menghapus program pada OS X::

GAMBAR VIDRUS
5. Bersihkan proses startup komputer. Banyak program, baik yang sah maupun tidak, akan berjalan sendiri ketika proses startup berjalan. Ketika terlalu banyak program yang dimulai ketika sistem operasi mulai dijalankan, kinerja komputer dapat benar-benar melambat.

GAmbar Virus 5
6. Bersihkan ruang penggerak keras (hard disk). Untuk efisiensi yang optimal, penggerak keras harus selalu memiliki setidaknya 15% ruang yang tersedia, akan lebih baik lagi jika terdapat ruang setidaknya 25%. Dengan memiliki banyak ruang kosong, sistem operasi dapat memindahkan berkas dalam proses pemasangan dan defragment dengan lebih lancar.

gambar virus 6
7. Bersihkan registry (Windows). Registry pada Windows mengandung informasi semua program yang terpasang. Sering kali ketika program telah dihapus, program meninggalkan data pada registry. Seiring menumpuknya registry, Windows memerlukan waktu lebih lama ketika mencari data yang diperlukan di dalam registry.

GAMBAR
8. Pasanglah pembaruan. Sering kali, masalah yang sering kali dihadapi dapat diperbaiki dengan memperbarui sistem operasi. Dengan memasang pembaruan versi terakhir, Anda juga dapat memastikan bahwa komputer aman dari serangan luar. Lihatlah panduan pada tautan ini http://www.wikihow.com/Upgrade-Mac-System-Software (dalam Bahasa Inggris) untuk mempelajari cara memperbarui OS X.

GAMBAR
9. Aturlah sistem pencadangan data. Ketika hal buruk terjadi pada komputer, kemungkinan terburuk yang dapat terjadi adalah kehilangan data. Dengan mengatur sistem pencadangan data, Anda dapat melindungi berkas penting dari kegagalan pada perangkat keras atau serangan virus. Dengan adanya cadangan data untuk semua hal penting, penggantian perangkat keras pun juga menjadi lebih mudah dilakukan/

GAMBAR
10. Pasang ulang sistem operasi. Jika Anda tidak dapat menyelesaikan masalah sistem operasi yang dihadapi, mungkin akan lebih mudah jika Anda memasang ulang sistem operasi dan memulai semuanya dari awal. Dengan data yang telah dicadangkan, proses pemasangan ulang dapat dilakukan dengan sangat mudah.

a. Panduan memasang ulang Windows 7
b. Panduan memasang ulang Windows 8
c. Untuk memasang ulang OS X: http://www.wikihow.com/Reinstall-OS-X-Lion (dalam Bahasa Inggris)

II. Merawat dan Mengganti Perangkat Keras
1. Bersihkan komputer untuk mencegah komputer terlalu panas. Kecuali jika Anda bekerja di dalam lingkungan yang benar-benar steril, debu akan menumpuk di dalam komputer. Debu dapat menyebabkan komponen komputer menjadi terlalu panas dan menyumbat kipas. Terlalu banyak debu juga dapat menyebabkan terjadinya hubungan arus listrik pendek. Cobalah untuk membersihkan debu di dalam komputer satu bulan sekali.

2. Gantilah RAM yang tidak bekerja dengan lancar. Jika sistem operasi sering mengalami crash, mungkin saja itu disebabkan oleh kesalahan pada memori. Mengganti RAM adalah salah satu upaya penggantian perangkat keras yang mudah dilakukan, tetapi memilih RAM yang tepat bisa jadi adalah hal yang sulit. Anda dapat memeriksa memori dengan program bernama MemTest86.

3. Gantilah penggerak keras yang tidak bekerja dengan lancar. Jika Anda mengalami masalah ketika memasang program, terdapat berkas-berkas yang rusak, dan crash sering terjadi pada komputer, penggerak keras komputer mungkin bermasalah. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memeriksa kesalahan pada penggerak keras yang mungkin dapat diperbaiki. Jika penggerak keras benar-benar tidak dapat bekerja, Anda dapat memasang penggerak keras baru.

3.1 Jika penggerak keras yang bermasalah menampung sistem operasi, Anda harus memasang ulang sistem operasi setelah memasang penggerak baru.

4. Gantilah kartu video yang bermasalah. Jika warna tampilan layar benar-benar bermasalah atau gambar yang ditampilkan menyimpang, kartu video mungkin mulai rusak. Jika bisa, ujilah kartu video dengan mencolokkannya terlebih dahulu pada monitor lain sebelum memutuskan untuk membeli kartu video baru.
5. Pasanglah penggerak optik baru. Jika penggerak cakram tidak bekerja dengan baik, atau bersuara sangat bising ketika membaca cakram, Anda mungkin harus memasang penggerak optik baru. Penggerak DVD yang biasa sangatlah murah, dan Anda dapat memasangnya hanya dalam hitungan menit.

6. Pasanglah kipas untuk menurunkan suhu. Jika komputer terlalu panas, kerusakan serius dapat terjadi pada komponen komputer. Banyak komputer yang akan mati dengan sendirinya ketika mencapai suhu tertentu, sehingga jika Anda mengalaminya, terutama ketika menjalankan program yang berat, komputer mungkin akan menjadi terlalu panas. Dengan memasang lebih banyak kipas atau mengganti kipas yang telah rusak, Anda dapat memberi perubahan besar pada suhu internal komputer.

6.1 Anda dapat memasang peranti lunak untuk memantau suhu internal komputer.

7. Gantilah pemuat daya listrik yang tidak bekerja dengan baik. Jika komputer tiba-tiba mati, atau tidak mau menyala, pemuat daya listrik komputer mungkin saja bermasalah atau rusak. Anda dapat menguji pemuat daya listrik untuk melihat apakah alat tersebut memang penyebab utama komputer mati atau tidak mau menyala. Jika memang pemuat daya adalah penyebabnya, Anda dapat menggantikannya dengan yang baru atau yang lebih kuat.

8. Rakitlah komputer baru. Jika Anda telah mencoba semuanya dan komputer masih berjalan lambat, mungkin sudah saatnya untuk menggantinya dengan yang baru. Merakit komputer baru tidaklah sesulit yang Anda kira, dan Anda mungkin dapat menggunakan kembali beberapa komponen komputer yang sudah ada (jika komponen belum terlalu tua).

Next
Cara Memperbaiki Komputer Yang Tidak Dapat Dimulai
Artikel wikiHow ini menjelaskan cara mendiagnosis dan memperbaiki komputer Windows yang tidak bisa menyelesaikan proses but (boot). Walaupun biasanya perangkat keras yang menyebabkan komputer tidak bisa dinyalakan, perangkat lunak yang terpasang di komputer juga bisa menjadi penyebabnya.

I. Mengatasi Masalah Perangkat Keras.
1. Pahami bahwa kebanyakan masalah perangkat keras tidak bisa diperbaiki dengan segera. Apabila komputer benar-benar tidak bisa dijalankan, sebaiknya Anda membawanya ke servis komputer daripada memperbaikinya sendiri.[1] Untungnya, kebanyakan masalah yang terkait perangkat keras terjadi karena perangkat tersebut tidak ditancapkan dengan kuat, atau ada komponen yang rusak. Cakram keras (hard drive) biasanya tidak mengalami masalah sehingga data Anda akan aman.

2. Cadangkan (backup) cakram keras komputer. Sebelum melakukan perbaikan penting, sebaiknya Anda mencadangkan berkas. Lakukan ini dengan melepas cakram keras dari komputer, menancapkannya ke komputer lain menggunakan adaptor IDE ke USB (gunakan adaptor SATA ke USB untuk cakram keras produksi lama). Selanjutnya, cadangkan isi cakram keras menggunakan komputer tersebut.

3.Periksa kabel daya. Mungkin ini hal yang sepele, tetapi periksa ulang apakah kabel daya sudah dipasang, dan apakah stopkontak bisa berfungsi.
Tancapkan komputer secara langsung ke stopkontak dinding untuk memeriksa apakah masalahnya terletak pada surge protector (saluran listrik memanjang yang melindungi peralatan dari lonjakan arus listrik) atau power strip (sambungan kabel yang memiliki beberapa soket listrik).
Apabila Anda menggunakan laptop, pastikan adaptor daya telah dihubungkan dengan benar.

4. Cobalah menggunakan monitor lain. Jika komputer bisa dijalankan, tetapi layarnya tidak menampilkan apa-apa, mungkin monitor Anda bermasalah. Periksa ulang kabel yang terhubung ke monitor, dan cobalah menggunakan monitor lain apabila memungkinkan.

5. Keluarkan baterai laptop dan tancapkan adaptor daya. Anda tetap bisa menjalankan laptop tanpa menggunakan baterai dengan menghubungkannya ke sumber listrik. Apabila laptop menyala saat baterainya dikeluarkan, berarti baterai tersebut bermasalah. Hubungi produsen untuk mendapatkan baterai pengganti.

6. Buka komputer apabila Anda menggunakan komputer desktop. Buka casing komputer untuk memeriksa koneksi di dalamnya dan menguji catu daya (power supply).

6.1 Jangan lupa untuk menghubungkan tubuh Anda ke ground dengan mengenakan gelang antistatis atau menyentuh logam casing sebelum Anda memegang komponen di dalamnya.
6.2 Walaupun Anda bisa memeriksa laptop untuk mencari perangkat keras yang bermasalah, kebanyakan laptop tidak bisa ditangani oleh orang yang tidak ahli. Sebaiknya Anda membawanya ke servis komputer.

7. Periksa kabel catu daya. Pastikan kabel yang menghubungkan catu daya (kotak tempat Anda menancapkan kabel listrik) ke papan induk (motherboard) telah ditancapkan dengan kuat.

8. Periksa catu daya. Catu daya produksi lama cenderung tidak berfungsi, tetapi bisa diuji dengan mudah. Catu daya merupakan perangkat yang paling sering menyebabkan masalah yang berkaitan dengan proses but komputer.

9. Gantilah catu daya jika perlu. Apabila catu daya tidak berfungsi setelah Anda mengujinya, cobalah menggantinya agar komputer bisa dijalankan kembali.

10. Periksa apakah ada sekrup yang terlepas. Apabila ada sekrup yang terlepas di dalam casing, kondisi ini bisa menyebabkan hubungan pendek di papan induk. Goyangkan casing secara lembut dan dengarkan apakah ada logam yang berderak. Gunakan jari atau pinset untuk mengambil sekrup dari dalam casing.

11. Periksa kabelnya. Cari kabel yang lapisan pelindungnya terkelupas. Kabel yang terbuka juga bisa menyebabkan hubungan pendek. Kabel yang rusak parah mungkin harus diganti.

12. Cabut dan tancapkan kembali komponen komputer. Cobalah mencabut dan menancapkan kembali beberapa komponen seperti kartu grafis, keping RAM, dan semua koneksi kabel. Jika ada komponen yang kendur, mungkin ini bisa mengganggu proses but komputer.

12.1 Anda juga bisa mencabut dan menancapkan kembali prosesor, tetapi ini sulit dilakukan. Selain itu, jarang sekali prosesor menyebabkan masalah pada komputer. Tindakan ini juga bisa merusak prosesor yang membuat komputer benar-benar tidak dapat dijalankan.

13. Cobalah mencabut kartu grafis. Apabila Anda memasang kartu grafis khusus, cobalah mencabutnya. Selanjutnya, hubungkan monitor melalui koneksi display bawaan papan induk. Kartu grafis yang rusak bisa membuat komputer tidak bisa melakukan but.

13.1 Anda bisa memasang kartu grafis yang baru jika diperlukan.

14. Cabut perangkat keras yang tidak terlalu penting. Cobalah melakukan but komputer hanya dengan perangkat keras yang paling dibutuhkan. Jadi, Anda harus mencabut koneksi ke kartu grafis, kandar (drive) tambahan, kartu ekspansi PCI, dan keping RAM tembahan. Setelah semuanya dilepas, cobalah menyalakan komputer kembali.

14.1 Jika komputer bisa menyala dengan perangkat keras penting yang terpasang, pasang kembali komponen lain satu per satu dalam satu waktu untuk menguji apakah muncul masalah ketika Anda memasangnya.

15. Serahkan komputer kepada ahlinya. Jika komputer tetap tidak bisa dinyalakan menggunakan perangkat keras utama, Anda harus mengganti perangkat keras yang bermasalah, membawa komputer ke tukang servis, atau membeli komputer baru.

II Mengatasi Masalah Perangkat Lunak
1. Cobalah menyalakan komputer. Tekan tombol Power Gambar berjudul Windowspower.png di komputer. Apabila komputer tidak bisa menyala, cobalah mengatasi masalah perangkat keras seperti yang dijelaskan di bagian atas.

2. Tahan tombol ⇧ Shift ketika komputer melakukan but. Ini akan memunculkan sebuah menu yang memuat beberapa opsi lanjutan.
Menu berisi opsi lanjutan ini berupa layar biru dengan tulisan dan opsi berwarna putih. Apabila menu ini tidak terbuka, mulai ulang komputer sambil menahan tombol ⇧ Shift.

3. Klik Troubleshoot. Opsi ini berada di layar "Choose an option".
4. Klik Advanced options yang terdapat di bagian atas layar.
5. Klik Start-up Repair. Opsi ini berada di bagian kiri layar
6. Pilih nama akun Anda. Pilih nama akun yang berada di bagian tengah layar
7. Tik kata sandi. Tik kata sandi yang digunakan untuk masuk (login) ke komputer, dan klik Continue.

7.1 Clik Continue apabila Anda tidak menggunakan kata sandi.
8. Izinkan Windows untuk mendiagnosis komputer. Ini memerlukan waktu beberapa menit. 9. Ikuti petunjuk yang ditampilkan pada layar. Tergantung masalah yang menimpa komputer, mungkin Anda akan diminta melakukan beberapa hal untuk mengatasi masalah yang terjadi, walaupun kemungkinan besar komputernya sendiri yang akan mengatasi masalah tersebut.

10. Setel ulang (reset) komputer. Jika Start-Up Repair tidak bisa mengatasi masalah, mungkin Anda harus memasang ulang Windows. Pastikan untuk mencadangkan berkas penting yang ingin disimpan, kemudian lakukan beberapa hal berikut ini:

a. Buka kembali menu "Choose an option" sambil menahan tombol ⇧ Shift.
b. Klik Troubleshoot
c. Klik Reset this PC
d. Klik Keep my files
d.1.Jika opsi ini tetap gagal mengatasi masalah, Anda bisa menyetel ulang komputer kembali menggunakan opsi Remove everything.
e. Konfirmasikan pilihan Anda, lalu ikuti petunjuk pada layar.
11. Pasang ulang Windows dengan media instalasi. Jika opsi perbaikan yang Anda jalankan tidak bisa mengatasi masalah, satu-satunya opsi yang tersisa adalah memasang ulang Windows menggunakan cakram (DVD) atau diska lepas (drive USB). Ini akan memformat komputer dan menghapus seluruh data di dalam cakram keras. Jadi, sebaiknya Anda menjadikan ini sebagai pilihan terakhir:
Windows 10
Windows 8
Windows 7

Tips
A. Kecuali Anda benar-benar mengerti masalah kelistrikan, sebaiknya Anda membawa komputer yang mengalami masalah hubungan pendek ke ahlinya.
B. Kegagalan dalam melakukan but bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari debu hingga berkas sistem yang korup. Jadi, mendiagnosis suatu masalah bisa menjadi tantangan yang tidak mudah.

Peringatan
Kenakan gelang antistatis atau hubungkan tubuh Anda ke ground dengan menyentuh casing ketika sistemnya dihubungkan. Selalu matikan dan cabut PC dari sumber daya sebelum Anda menyentuh komponen internal komputer.

Next
Cara mengatasi Komputer rusak hardware dan software
Cara memperbaiki Komputer rusak
Kembali lagi pemasangan.com akan sedikit membagikan bagaimana cara Cara memperbaiki Komputer rusak, di mana komputer rusak atau laptop tiba-tiba mati total adalah hal dimana ini tentu saja sangat menggangu kamu, saat misalnya kamu sedang asyik berselancar di web, sedang mengerjakan tugas kantor ataupun tugas kampus, hal ini tentu menyebalkan bukan.berikut adalah sedikit tips dan triknya jika Cara memperbaiki Komputer rusak, cara benerin komputer rusak, perbaiki komputer rusak, perbaiki komputer mati total, cara benerin laptop mati, bluescreen :

Langkah – langkah memperbaiki komputer rusak
Berikut adalah Cara memperbaiki Komputer rusak atau komputer tersebut tidak bisa menyala atau hidup seperti biasanya

1. periksa listrik kamu atau power kelistrikan di area kamu, apakah sedang mati lampu atau tidak, abaikan jika ternyata listrik di rumah kamu atau kantor kamu tidak ada masalah, tentunya kamu akan butuh pasokan listik untuk menghidupkan peralatan eleltronik kamu bukan, disini terkadang kita membutuhkan ups untuk komputer, kalau laptop sudah ada batterynya jadi tidak masalah jika sewaktu-waktu mati lampu masih bisa save pekerjaan yang kamu sedang lakukan, tapi sebaliknya kalau Cpu/komputer kamu tidak dilengkapi dengan ups, maka pekerjaan yang sedang kita kerjakan kadang tidak.

2. cek CPU singkatan dari central processing Unit, untuk mengetahui sejarah cpu silahkan baca-baca di wikipedia , silahkan kamu buka cpu kamu , lalu cari kepingan Ram atau memori komputer kamu, lalu lepaskan ram tersbut dari tempatnya.

3. Bersihkan ram tersebut menggunakan tissu bersih atau kain bersih, atau ambil sebuah penghapus pensil, Loh pertanyaanya kenapa penghapus pensil, jawabananya adalah karena ram atau memori komputer kita saat bekerja akan menghasilkan listriki statis, nah fungsi si penghapus tadi adalah untuk menghilangkan listrik statis yang terjadi karena gesekan tadi.

4. Pasang kembali Ram atau memori komputer yang sudah kamu bersihkan tadi sama persis seperti saat kamu melepasnya.
5. selanjutnya gunakan cara yang sama untuk semua kartu yang terpasang di cpu atau komputer kamu.
6. lalu setelah semua dilakukan silahkan, mumpung cpu kamu sudah dibongkar, alangkah baiknya bersihkan bagian dalam cpu kamu dari debu dan kotoran yang menyangkut di komponen cpu, bisa menggunakan kuas bersih atau tissu bersih.

7. Terakhir silahkan pasang penutup cpu dan pasang kembali colokan cpu ke power listrik dan silahkan coba di hidupkan kembali cpunya.
semoga artikel sederhana ini dapat membantu kamu saat terjadi keruskaan komputer pada tahap awal,jika artikel ini tidak membantu mungkin sudah saatnya kamu panggil teknisi komputer untuk memperbaiki kmpoyer atau laptop kamu yang rusak, atau hubungi kami klik disini.

Next
Cara Memperbaiki Komputer Tidak Mau Nyala
Zaman sekarang, bisa dibilang kalau Android dan laptop itu sudah lebih populer ketimbang komputer konvensional.
Walaupun begitu, hal tersebut tidak serta-merta membuat penggunaan komputer ditinggalkan sepenuhnya.
Nah, saya sendiri kebetulan termasuk pengguna komputer, dan sudah familiar dengan komputer sejak kecil dulu.
Selama saya menggunakan komputer, tentunya sudah banyak sekali masalah yang saya temui. Salah satunya, masalah komputer tidak mau nyala.

Masalah Komputer Tidak Mau Menyala
Komputer atau PC yang tidak bisa menyala ini sebenarnya bukan masalah yang sering terjadi.
Namun jika sekalinya terjadi, jujur saja memang merepotkan. Karena kalau sedang tidak beruntung, proses perbaikannya bisa memakan waktu hingga berjam-jam.

Nah, maksud dari komputer tidak mau nyala ini ada 8 jenis bentuknya, yakni:
-Komputer tidak mau menyala sama sekali.
-Komputer menyala, tapi tidak ada gambar sama sekali.
-Komputer menyala, tapi layar monitor blank.
-Komputer menyala, kemudian langsung mati lagi.
-Komputer tidak bisa booting.
-Komputer muncul pesan error pada saat booting.
-Komputer stuck ketika booting.
-Komputer setelah boot tidak muncul gambar apa-apa.

Penyebab dan Cara Mengatasi, Berdasarkan Tiap Kondisi
Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas semuanya satu per satu. Mulai dari penyebabnya, hingga cara mengatasi komputer yang tidak bisa menyala agar bisa menyala kembali.

Artikel ini ditujukan untuk Anda, khususnya yang barangkali sedang mengalami masalah ini.
Oke, langsung kita bahas saja, yuk!
1. Komputer Sama Sekali Tidak Menyala
Masalah ini dicirikan dengan tidak adanya tanda-tanda kehidupan, ketika komputer dinyalakan.
Di monitor tidak ada gambar, tidak ada bunyi kipas berputar, dan di casing juga tidak ada satu pun lampu yang menyala.

Penyebab Utamanya:
-Kabel power rusak.
-Kabel panel casing rusak.
-PSU rusak.
-Motherboard rusak.

Cara Mengatasinya:
1.Coba ganti kabel power PSU Anda. Siapa tahu rusak.
2.Jika kabel tidak berpengaruh, cek kabel front panel casing komputer Anda. Kalau kabelnya putus, maka tombol power tidak akan berfungsi, sehingga menyebabkan komputer tidak bisa menyala.
3.Sebagian komputer yang tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali, biasanya disebabkan oleh PSU. Coba ganti PSU komputer Anda.
4.Meski jarang, motherboard yang mengalami kerusakan juga bisa jadi penyebabnya. Solusinya, pindahkan seluruh komponen komputer Anda ke motherboard lain.

2. Komputer Menyala, Tapi Tidak Tampil Gambar Sama Sekali
Sewaktu komputer dinyalakan, terdengar bunyi kipas berputar yang menandakan bahwa komputer sudah dalam kondisi hidup. Namun setelah dicek monitornya, ternyata tidak ada gambar apa-apa yang tampil di sana.

Penyebab Utamanya:
-Salah sambung port VGA (kartu grafis).
-Kabel konektor ke VGA rusak.
-Converter mengalami error.
-Kartu grafis rusak.

Cara Mengatasinya:
1. Perhatikan komponen komputer Anda. Jika Anda menggunakan VGA discrete (VGA non-onboard), pastikan kabel colokan monitor terpasang ke yang bawah (bukan yang dari motherboard). Kalau sampai salah menyambungkannya, maka monitor tidak akan menampilkan gambar apa-apa.

2. Coba ganti kabel konektor antara VGA ke komputer (Dsub, DVI, atau HDMI), jika rusak.
3. Jika komputer Anda menggunakan converter, maka pakailah converter jenis aktif.
4. Pastikan lagi, apakah VGA Anda mengalami kerusakan atau tidak.

3. Komputer Nyala, Monitor Hidup, Tapi Blank
Beda dengan poin sebelumnya. Di poin ini, monitor tidak benar-benar mati, melainkan masih terlihat ada gambar, meskipun gambarnya kosong.

Penyebab Utamanya:
-Komputer kotor.
-RAM rusak.
-BIOS corrupt.

Cara Mengatasinya:
1. Bersihkan komputer Anda. Cabut semua komponen, kemudian bersihkan kembali. Lakukan dengan hati-hati, ya. Kalau belum berani, silakan minta tolong ke yang lebih ahli.
2. Cabut RAM komputer Anda dari socket-nya, kemudian bersihkan kuningan pada RAM menggunakan penghapus.
3. Jika Anda menggunakan 2 RAM atau lebih, coba tes RAM Anda satu per satu di socket yang berbeda. Tujuannya guna memastikan di mana letak kerusakannya. Apakah pada socket RAM, atau justru RAM-nya.
4. Coba pakai RAM lain, jika memang masih belum ada gambar di layar.
5. Kalau belum bisa, mungkin BIOS Anda mengalami corrupt. Solusinya, Anda bisa melakukan reflashing BIOS

4. Komputer Nyala, Tapi Mati Sendiri
Ketika kita menyalakan komputer, komputer berhasil menyala, serta menampilkan gambar, namun dalam jangka waktu tertentu (bahkan hanya dalam hitungan detik), komputer tiba-tiba mati sendiri.

Penyebab Utamanya:
-RAM rusak, belum dipasang dengan benar, atau hanya kotor saja.
-Power supply rusak.
-Komputer terlalu panas.
-VGA mengalami kerusakan.

Cara Mengatasinya:
A. Coba cabut RAM Anda terlebih dahulu, lalu bersihkan kuningannya dengan penghapus, kemudian pasang kembali.
B. Jika belum bisa, coba gunakan RAM lain
C. Tes menggunakan power supply lain. Power supply yang rusak tidak mungkin bisa menghantarkan daya dengan baik ke komputer, sehingga akan membuat komputer jadi mati sendiri.
D. Perhatikan kipas processor Anda. Kipas harus berputar dengan benar. Suhu yang terlalu panas (overheat), bisa mengakibatkan komputer mati sendiri.

5. Komputer Nyala, Tapi Tidak Bisa Booting
Komputer berhasil melewati layar BIOS. Namun komputer tidak melanjutkan proses booting secara normal.
Penyebab Utamanya:
-Windows memiliki data yang corrupt.
-Harddisk mengalami bad sector.

Cara Mengatasinya:
1. Lakukan instalasi ulang Windows, untuk mengganti sistem dengan yang baru.
2. Coba ganti harddisk, dan lakukan instalasi ulang di harddisk yang baru.

6. Komputer Nyala, Tapi Muncul Pesan “Select Proper Boot Device“
Komputer berhasil melewati layar BIOS, dan terlihat akan memulai booting. Namun bukannya booting, komputer malah menampilkan pesan “select proper boot device“.

Penyebab Utamanya:
-Ada data Windows yang corrupt.
-Harddisk belum teratur dengan benar di BIOS.
-Harddisk mengalami bad sector.

Cara Mengatasinya:
1. Coba atur boot priority harddisk di BIOS Anda.
2. Kalau belum efektif, lakukan install ulang Windows.
3. Harddisk bad sector juga bisa membuat sistem jadi tidak terbaca. Maka dari itu, coba ganti harddisk, lalu install lagi sistem di harddisk yang baru.

7. Komputer Nyala, Tapi Stuck Saat Booting atau Startup
Komputer dinyalakan, dan semua proses awalnya berjalan dengan normal. Namun anehnya, pada saat dalam proses boot screen atau startup, komputer terus-menerus melakukan loading.

Penyebab Utamanya:
-Terdapat data corrupt pada sistem Windows.
-Harddisk mengalami bad sector.
Cara Mengatasinya:
1.Lakukan instalasi ulang Windows, untuk mengganti sistem dengan yang baru.
2.Coba ganti harddisk, dan lakukan instalasi ulang di harddisk tersebut.

8. Komputer Tidak Ada Gambar Setelah Boot (Blank)
Komputer berhasil menyelesaikan semua proses boot. Namun ketika bersiap-siap masuk ke Windows, justru malah tidak muncul gambar apa-apa.

Penyebab Utamanya:
-Windows terdapat corrupt.
-Explorer.exe belum diatur.
Cara Mengatasinya:
1.Coba tunggu dan biarkan komputer selama beberapa saat.
2.Cara pertama belum efektif? Coba install ulang Windows-nya.

Next
GEJALA KERUSAKAN DAN CARA MEMPERBAIKI KOMPUTER SECARA UMUM
Jika PC sering kali menunjukan adanya peng-alamatan yang rumit, atau menampilkan suatu pesan error, mengeluarkan bunyi beep yang terus menerus secara beraturan atau tidak beraturan, PC tersebut kemungkinan besar sedang dalam masalah, saya akan memberikan Tips dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut dan PC Anda dapat berfungsi kembali seperti sedia kala. Masalah atau kerusakan yang timbul biasanya dikategorikan dalam 2 jenis kerusakan yaitu: Masalah atau kerusakan Hardware dan Software.

Jenis Kerusakan Dapat dikategorikan menjadi 2 kategori, yaitu:
1. Kerusakan Pada Hardware (Perangkat Keras)
2. Kerusakan Pada Software (Perangkat Lunak)

1. Kerusakan pada Hardware
Masalah dengan komponen Hardware perlu penanganan yang serius karena sulit dilokalisir dan disingkirkan tanpa tools yang tepat, keahlian dan pengalaman yang menunjang. Penjelasan akan berkisar pada masalah yang sering terjadi disertai dengan cara mengatasinya.

• Kerusakan Pada Power Supply
Gejala:
Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala.

Solusi:
Periksalah apakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik pada soketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off dibelakang tepatnya dibelakang Power Supply sudah dalam posisi On, Jika sudah yakin terpasang dengan benar tapi tetap tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda ganti kabel power dengan yang anda yakini bagus. Masalah terjadi karena tidak adanya tegangan listrik yang masuk, kerusakan ada pada kabel power.

Masalah:
Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor menyala.

Solusi:
Lakukan seperti langkah diatas, tetapi jika masih belum ada respon berati masalah ada pada Power Supply, Silahkan anda ganti PS nya, Saya sarankan sebaiknya anda ganti saja Power Supply yang rusak dengan yang baru, dan hati-hatilah dalam pemasangannya.

Catatan: Jika kerusakan hanya pada Power Supply saja, Setelah anda menggantinya, komputer akan kembali bekerja dengan normal. Kecuali jika ada masalah pada komponen yang lainnya seperti Mother Board, VGA Card dan Memory.

• Kerusakan Pada Mother Board
Gejala:
Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) di panel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.
Solusi:
Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboad/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup cashing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Mboard (VGA, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada cashing hanya MotherBoard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar. Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Mother board tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.

Gejala:
Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan “harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan “press F1 to continou” setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan “Operating system not found”.

• Kerusakan Pada Harddisk
Solusi:
Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.

Gejala:
Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan “Operating system not found”.
Solusi:
Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ualng atau jika OS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas
Gejala:
harddisk bad sector?
Solusi:
Ada beberapa faktor penyebab terjadi bad sector diantaranya, tegangan listrik tidak stabil, sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak, setelah pemakaina tidak di shot down, pemakaian yang terlalu lama, ada 2 jenis bad sector yaitu fisik dan software…..Untuk mengatasinya ada beberapa cara, diantaranya menggunakan software untuk menghilangkan badsector….pembahan lebih lanjut ada di eBook Metode perbaikan komputer dan bisa anda dapatkan jika anda bergabung menjadi Member Aktif.

• Kerusakan CD/DVD/ROM/RW & Floppy Disk
Gejala:
Jenis kerusakan yang biasa ditemui:
1. Tidak terdeteksi di windows
2. Tidak bisa keluar masuk CD
3. Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)
4. Tidak bisa membaca/menulis/write protect (Floppy disk)

Solusi:
1. Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD-floppy, perikas di setup bios apakah sudah dideteksi? sebaiknya diset auto. Periksa apakah led menyala, jika tidak kerusakan di Controllernya.
2. Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor.
3. Kerusakan Biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaiki dengan cara men-set ualng optik tersebut.
4. Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cutenbud (langkah-langkah diatas secara lengkap dapat anda temukan di e-book “Metode perbaikan komputer cepat dan akurat” dan bisa anda dapatkan jika anda bergabung menjadi member perbaikan komputer.

• Masalah BIOS
Gejala:
Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
Solusi:
Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.

Gejala:
CPU mengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan ke layar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.
Solusi:
Bunyi Beep menandakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan pada Memory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya. Silahkan anda periksa masalah tersebut.

- Berikut Pesan kesalahan BIOS:
Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menandakan kesalahan yang sama tergantung dari jenis BIOS nya.
[AMI BIOS]
Beep 1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : Kesalahan Gate A20 - Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x : Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.

[AWARD BIOS]
Beep 1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.

Batrey CMOS Rusak / Lemah
Gejala : Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangna yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.

Solusi : Segera Ganti Batrey nya
Gejala : CPU yang sering Hang?
Solusi : Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil…..sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal, silahkan hub: kami untuk dapat mengatasi masalah tersebut.

Gejala: Komputer sering tampil blue screen apa penyebabnya?
Solusi: Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, Bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.

Gejala: Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat
Solusi: Penyebab komputer anda prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.

2. Kerusakan pada Software
Jika Windows XP rusak (corrupted) dimana tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting, Kita dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Installation) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan) yang awal. Kemudian pastikan kunci mempunyai kunci (SN) Windows XP yang valid.

Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 sampai 1 jam, tergantung spesifikasi komputer. Jika dimintai password administrator, sebaiknya memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua, bukan yang pertama.
- Masukkan CD Windows XP dan lakukan booting dari CD tersebut.
- Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R. Ini akan memulai perbaikan.
- Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
- Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:WINDOWS Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file. Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD dalam drivenya.
- Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan, akan terlihat seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update, Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation

- Kemudian klik tombol Next
- Kemudian diminta untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP yang valid.
- Normalnya menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
- Kemudian komputer akan restart.
- Kemudian kita akan mempunyai layar yang sama sebagimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
- Register jika menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
- Selesai

NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya #1
- Pindahlah ke drive CD Drive berada.
- Tulis: CD i386
- Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:WindowsSystem32ntoskrnl.exe
- Jika Windows XP terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
- Keluarkan CD dan ketikkan EXIT
- Selesai

HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika mendapatkan error yang berhubungan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).
Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- ada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai. Biasanya #1
- Tulis: bootcfg /list
- Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini
- Tulis: bootcfg /rebuild
- Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
- Keluarkan CD dan ketikkan EXIT

Direktori WINDOWSSYSTEM32CONFIG rusak atau hilang
Jika OS Windows XP Anda terjadi error dengan tulisan :
“Windows could not start because the following files is missing or corrupt

WINDOWSSYSTEM32CONFIGSYSTEM or WINDOWSSYSTEM32CONFIGSOFTWARE”

- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul osi R=Repair yang pertama, tekan tombol R. Tekan angka sesuai dengn lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
Biasanya #1
- Masukkan password administrator jika diperlukan.
- Ketik: cd windowssystem32config. Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan: ketik: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
- Selanjutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
- Ketik: copy windowsrepairsystem
- Ketik: copy windowsrepairsoftware
- Keluarkan CD dan ketikkan EXIT

NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)
Jika mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:
1.Untuk partisi tipe FAT
Lakukan booting dari disket Win98 dan salinlah file NTLDR
dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:

2. Untuk partisi tipe NTFS
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yng ingin diperbaiki yang sesuai.

Biasanya #1
- Masukkan password administrator jika diperlukan.
- Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
- Ketik: COPY X:i386NTLDR C:
- Ketik: COPY X:i386NTDETECT.COM C:
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
- Selesai

Langkah Pemeriksaan secara Umum
Secara fisik kerusakan pada komputer dapat dideteksi dan perbaikan dengan cara cek dan temukan permasalahan dengan melakukan pemeriksaan tiap perangkat dengan secara berurutan menurut urutan Sistem kerjanya.
1. Urutan langkah-langkah memperbaiki PC secara umum adalah:
a. Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC.
b. Cek sambungan kabel keyboard.
c. Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.
d. Cek konfigurasi setting CMOS
e. Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
f. Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot I/O
g. Cek sambungan saklar reset
h. Cek posisi kunci keyboard
i. Cek semua IC yang terpasang
j. Cek disket boot di drive A
k. Cek sambungan speaker

Hidupkan computer, cek kipas power supply jika berputar lakukan diagnosa berikut : POST
Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnose yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya.

Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :
- Kode kesalahan dua sampai lima digit angka
- Pesan kesalahan pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa pesan yang menunjukkan problemnya)
- Kode beep suara beep berurutan
- Diagnosa umum
- Diagnosa ini meliputi : konfigurasi sistem, perubahan konfigurasi sistem, dan format disk.
- Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan

Diagnosa ini meliputi tiga kategori, yaitu :
a) software (bad command or file name, disk not ready, internal error, overflow)
b) configuration error code (configuration too large for memory, 201 error - system unit, 601 parity chech x)
c) system lockup.

Jika selama pengecekan dari setiap tahap di atas ada kerusakan maka perbaiki dahulu kerusakan itu dengan cara mengganti dengan yang baik.
2. Cara memilih peralatan bantu yang tepat dalam memperbaiki PC adalah : pilih dan gunakan alat ukur sesuai dengan fungsinya, misal untuk mengukur tegangan gunakan voltmeter, untuk mengukur resistansi gunakan ohm meter, dan sejenisnya. Pilih peralatan yang sesuai dengan objek, misal untuk melepas baut kembang gunakan obeng kembang yang pas ukurannya, dan sejenisnya.

3. Cara mengidentifikasi kerusakan pada motherboard adalah :
Dengan memakai voltmeter cek tegangan +5V, +3,3V, +12V, -12V, -5V pada slot I/O jika tidak ada tegangan kemungkinan kerusakan ada pada power supply atau konektor/soldiran/jalur pada motherboard dan dengan memakai logic probe atau CRO cek signal CLK, OSC, PCLK, RESET DRV, I/O CH RDY, I/O CH CHK, ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW, AEN pada slot I/O. Lihat cek 2 dan 3 pada jawaban A nomor 2, kemudian lakukan cek 4.

4. Power supply PC bekerja dengan baik, jika :
Untuk jenis TX
Jika saklar power dihidupkan, maka kipas akan berputar, tegangan pada soket P8 dan P9 bila diukur dengan memakai voltmeter adalah seperti pada Table 8. Khusus untuk signal power good jika diukur dengan voltmeter akan bertegangan +5V sesaat kemudian turun menjadi mendekati 0V ketika saklar power dihidupkan.

Tabel 8. Tegangan Output Power Supply Jenis TX
ISA Systems : Multi-lead cable (all models) model 25 286
PC, XT, AT model 25 model 30 model 30 286
P1 (PS8 on AT) J7 P3 J7
1 power good † 1 power good †1 1 power good † same as model 25
2 n.c. (AT, +5V) 2 ground 2 ground
3 +12 V 3 +12 V 3 +12 V
4 -12 V 4 -12 V 4 -12 V
5 ground 5 ground 5 ground
6 ground 6 ground 6 ground
7 ground
P2 (PS9 on AT) 8 ground P4 J14
1 ground 9 -5 V 1 ground 1 ground
2 ground 10 +5 V 2 ground 2 ground
3 -5 V 11 +5 V 3 -5 V 3 +5 V
4 +5 V 12 +5 V 4 +5 V 4 +5 V
5 +5 V 5 +5 V 5 +5 V
6 +5 V 6 +5 V

Note : Pn, Psn dan Jn adalah label konektor pada system board.Pin 1 adalah pin paling samping pada unit system. Untuk jenis ATX.

Jika saklar power dihidupkan atau kabel daya dicolokkan, maka kipas diam, semua tegangan pada soket bila diukur dengan memakai voltmeter akan nol, kecuali pada pin 9 adalah +5V sebagai sumber tegangan pada posisi stanby. Jika pin 14 dihubungkan sesaat dengan pin 9 dengan memakai kabel, maka kipas akan berputar, tegangan pada setiap pin soket 20 bila diukur dengan memakai voltmeter adalah seperti pada Table 9. Khusus untuk signal power good jika diukur dengan voltmeter akan bertegangan +5V sesaat kemudian turun menjadi mendekati 0V ketika power dihidupkan.

Tabel 9. Tegangan Output Power Supply Jenis ATX

GAMBAR KOTAK ADA DI WORD YAH Pin 1
Pin 2
Pin 3
Pin 4
Pin 5
Pin 6
Pin 7
Pin 8
Pin 9
Pin 10 3.3V 3.3V Gnd 5V Gnd 5V Gnd P_OK 5VSB 12V Oran Oran Blk Red Blk Red Blk Gray Purp Yell Oran Blue Blk Green Blk Blk Blk White Red Red 3.3V -12V Gnd P_ON Gnd Gnd Gnd -5V 5V 5V Pin 11 Pin 12 Pin 13 Pin 14 Pin 15 Pin 16 Pin 17 Pin 18 Pin 19 Pin 20
5. alam memperbaiki PC hal yang perlu dilakukan adalah : melakukan perbaikan sesuai dengan prosedur keselamatan kerja yang dianjurkan, menggunakan peralatan dan alat ukur yang sesuai, mencatat spesifikasi hardware, mengamati gejala kerusakan yang ada, mendiagnosa kerusakan sesuai dengan gejala yang ada, menyusun dan melakukan langkah-langkah perbaikan, mengganti komponen yang rusak sesuai dengan spesifikasinya, mencatat komponen yang diganti dan melaporkan hasil perbaikan.

Memperbaiki Blue Screen Of Death pada Komputer :
1. Periksa Kondisi Komputer Secara Umum
Sebelum melakukan troubleshooting lebih lanjut, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memeriksa kondisi komputer secara umum, diantaranya adalah :
• Periksa kebersihan didalam Casing CPU. Bersihkan debu dan kotoran lainnya bisa denga kuas dan vacuum cleaner, bila perlu siapkan electrical contact cleaner untuk membersihkan Motherboard.
• Periksa kondisi suhu tiap-tiap komponen seperti Power Supply ( pastikan fan berputar secara normal), VGA Card dan Heatsink Processor.
• Pastikan berbagai komponen (seperti RAM, VGA Card, konektor IDE / SATA, konektor Power Supply, dll) sudah terpasang dengan benar, untuk memastikannya bisa dengan mencabut dan memasangnya kembali.
• Bila Anda baru saja memasang komponen hardware baru (misal VGA Card), cabut aja dulu dan coba jalankan komputer kali aja peyebab BlueScreen dari kompone tersebut.

2. Gunakan Mode “Safe Mode “
Langkah selanjutnya adalah menjalankan Windows dalam Mode "Safe Mode" yang merupakan salah satu pilihan pada menu Advance Boot Option Windows XP, yaitu dengan menekan berulang-ulang tombol F8 pada saat sistem akan melakukan startup. Setelah Windows berhasil masuk ke Safe Mode, lakukan beberapa troubleshooting berikut:
• Bersihkan hardisk dari antivirus, mallware & spyware dengan cara menjalankan program virus scanner , misalnya Norman Anti Mallware.
• Uninstall Driver yang bermasalah, caranya dengan masuk ke jendela Computer Management klik Device Manager dan carilah komponen yang ada tanda serunya, atau driver komponen yang baru saja diinstall atau diupdate.
• Bila perlu uninstall dulu program antivirus yang terpasang, bila kondisi kondisi komputer sudah normal bisa diinstall lagi dan pastikan database engine-ya selalu up to date.
• Kita juga bisa menggunakan utility “System Restore” untuk mengembalikan setingan computer ke kondisi sebelumnya. Caranya klik Start, All Program , Accessories, System Tools, System Restore.

3. Periksa Kondisi Hardisk
• Kondisi hardisk yang bad juga bisa mengakibatkan terjadinya BlueScreen, oleh karena itu periksa kondisi hardisk dengan menjalankan perintah CHKDSK. Jalankan juga program Defragmentasi Hardisk untuk memastikan hardisk bekerja secara optimal.

4. Periksa Kondisi Memori / RAM
• Periksa kondisi Memori / RAM, pastikan telah terpasang dengan benar, dan jalankan program utuk memeriksa kondisi Memori misalnya “Windows Memory Diagnostic”.

5. Repair Sistem Operasi Windows.
• Adakalanya BlueScreen terjadi karena ada beberapa file Windows yang corrupt, untuk mengatasinya cara yang paling gampang adalah dengan melakukan Repair pada sistem operasi Windows kesayangan Anda tersebut.br />
6. Gunakanlah Tools untuk menganalisa Penyebab Terjadinya BlueScreen.
• Carilah Dump File pada hardisk komputer yang mengalami BlueScreen, biasanya di C:\WINDOWS\Minidump lalu copy ke komputer kita dan jalankan aplikasi WhoCrashed atau BlueScreenView untuk mencari peyebab BlueScreen.

Demikian artikel tentang cara memperbaiki komputer yang tidak bisa menyala. Artikel ini saya buat sebagai panduan ringkas, untuk orang-orang yang sedang atau kadang mengalami salah satu dari masalah di atas.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda. Namun jika Anda juga mengalami masalah lain yang belum terbahas di sini, jangan ragu untuk menanyakannya lewat kotak komentar yang ada.