-->

- 17 -
1. Penyebab Laptop Lemot yang Sering Terjadi
Laptop memiliki fungsi yang sangat beragam, Anda bisa memanfaatkan laptop dengan mudah untuk berbagai keperluan. Mulai dari bekerja, menikmati waktu bersantai hingga melakukan komunikasi dengan orang lain secara mudah.

Dengan memiliki laptop, akan sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas Anda. Saat ini, sudah ada banyak sekali pilihan laptop yang bisa Anda beli dan sesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Apapun itu jenis dan merk laptopnya, baik itu memiliki harga yang mahal atau murah, laptop merupakan sebuah mesin yang harus dirawat dengan baik. Sebuah mesin yang dibiarkan bekerja secara terus menerus tanpa adanya perawatan bukanlah hal yang baik.

Seiring dengan perjalanan waktu, mesin akan mengalami penurunan kemampuan dan membutuhkan tangan manusia secara langsung supaya kinerjanya bisa tetap terjaga dengan baik.

Laptop yang mulai terasa lemot tentu memiliki banyak sekali penyebab, di bawah ini adalah beberapa penyebab utama laptop mengalami perlambatan:
1. Usia Pakai Laptop yang Terlalu Lama
Tidak ada perangkat keras yang dibuat secara sempurna, karena semua memiliki usia pakainya sendiri. Usia pakai dari setiap perangkat keras dibuat berbeda dan menyesuaikan dengan fungsinya sendiri. Apabila perangkat tersebut banyak digunakan dan bergerak, maka otomatis umur pakainya juga akan berkurang menjadi lebih singkat lagi.

2. Jarang Membersihkan Bagian Dalam Laptop
Debu akan selalu terakumulasi pada setiap bagian di dalam laptop yang terbuka. Kipas laptop akan menghisap debu dalam jumlah yang banyak dan Anda harus secara berkala membersihkan kipas serta bagian dalam dari sebuah laptop. Apabila debu sudah terlalu menumpuk pada kipas dan ventilasi maka laptop bisa mengalami lemot bahkan rusak apabila terlalu panas.

3. Harddisk yang Terlalu Penuh
Setiap laptop dibekali dengan kapasitas penyimpanan yang berbeda-beda. Laptop modern yang ada saat ini sudah dibekali media penyimpanan setidaknya minimal 500GB.

Untuk Anda yang banyak menginstall program dan senang menyimpan berbagai film serta musik, mungkin akan merasakan kapasitas penyimpanan mulai berkurang. Harddisk yang terlalu penuh akan membuat kinerja dari laptop menjadi lebih lambat dan membuat seluruh proses menjadi lemot untuk dilakukan.

4. Kapasitas RAM yang Tidak Mencukupi
RAM atau disebut juga sebagai Random Access Memory memiliki fungsi untuk menyimpan beberapa program secara sementara, terutama ketika program tersebut sedang dibuka. Semakin penuh kapasitas RAM dari sebuah laptop, maka otomatis laptop akan menjadi lambat dan beberapa program mungkin ada yang tidak bisa terbuka dengan baik.

5. Processor yang Tidak Kuat Menjalankan Program Berat
Tidak semua processor di dalam sebuah laptop dirancang untuk menjalankan program dengan kemampuan yang sama. Apabila kemampuan processor laptop Anda tidak dirancang untuk kuat menjalankan sebuah program, maka laptop akan menjadi lemot bahkan bisa mengalami crash.

Agar wfh semakin lancar, lakukan beberapa cara untuk mengatasi laptop lemot yang telah dibahas sebelumnya. Anda yang ingin mencari ketenangan hunian dan produktivitas bekerja lancar, berikut pilihan rumah maksimal Rp700 jutaan di Surabaya yang bisa Anda miliki.

2. 5 Cara Mengatasi Laptop Lemot di Windows 10
Windows 10 merupakan salah satu OS paling update yang dikeluarkan oleh Microsoft. Fitur di dalamnya juga mempermudah user supaya bisa menjalankan berbagai program dengan mudah.

Apabila laptop Anda memiliki OS Windows 10 mengalami masalah dan lemot, Anda bisa mengikuti cara mengatasi laptop lemot di bawah ini dengan mudah:

1. Hapus Program yang Tidak Anda Pakai
Ketika Anda pertama kali membeli sebuah laptop, mungkin akan menemukan beberapa aplikasi yang sudah terinstall sebelumnya atau lebih dikenal dengan bloatware. Aplikasi tersebut hanya akan membebani dan membuat laptop Anda menjadi lemot, oleh karena itulah Anda perlu menghapus aplikasi dan program yang sudah tidak dipakai untuk membuat laptop menjadi lebih lancar.

2. Matikan Program yang Otomatis Dijalankan Saat Startup
Beberapa program pada Windows 10 akan berjalan secara otomatis saat laptop dihidupkan. Matikanlah beberapa program yang berjalan saat startup tersebut untuk menghindari laptop menjadi lambat. Bukalah Task Manager dan pilih tab startup, lalu periksa di dalamnya apakah terdapat program yang membebani proses startup.

3. Gunakan Antivirus yang Ringan
Tidak sedikit program antivirus akan membuat kinerja dari laptop menjadi lebih berat. Pilihlah varian antivirus yang ringan dan tidak akan membebani laptop Anda. Sebagai contoh, saat ini Anda bisa menggunakan antivirus seperti Norton dan BitDefender yang enteng dan tidak memakan resources banyak ketika digunakan.

4. Bersihkan Cache Secara Berkala
Cache atau temporary files di dalam sebuah laptop harus dibersihkan secara berkala untuk membuat laptop menjadi lebih lancar. Bukalah File Manager, lalu klik kanan pada gambar di Harddisk Anda (seperti Drive C atau D).

Klik Properties lalu arahkan kursor pada tab General dan pencetlah tombol Disk Cleanup untuk membersihkan cache dan temporary files yang menumpuk.

5. Merubah Pengaturan Daya ke Daya Tinggi (High Performance)
Windows 10 memiliki fitur pengaturan daya laptop yang bisa membuat kinerja dari laptop menyesuaikan dengan kebutuhan. Ubah pengaturan daya tersebut dengan memencet kanan pada gambar baterai yang berada di Taskbar bagian kanan bawah. Ubah pengaturan daya menjadi high performance supaya memaksimalkan kemampuan dari laptop dan mengatasi lemot pada laptop Anda.

3. 5 Cara Mengatasi Laptop Lemot di Windows 7
Windows 7 dikenal sebagai salah satu Operating System favorit yang sangat digemari oleh banyak orang. Kemampuan dan keseimbangan dari OS tersebut menjadi beberapa alasan mengapa OS Windows 7 menjadi favorit.

Apabila laptop Anda masih mengusung OS tersebut dan mengalami perlambatan, maka Anda bisa mencoba cara mengatasi laptop lemot dengan cara di bawah ini:

1. Manfaatkan MSconfig untuk Mematikan Program yang Tidak Penting
Berbeda dari Windows 10, OS Windows 7 masih membutuhkan kontribusi Anda secara langsung untuk mematikan program yang berjalan di awal dengan menggunakan command MSconfig.

Bukalah Start Menu dan ketik run. Masukkan perintah MSconfig pada kolom yang disediakan untuk membuka dan menjalankan command tersebut. Pilihlah program apa saja yang ingin Anda matikan saat proses startup dan perhatikan untuk tidak mematikan program Windows yang sangat penting.

2. Lakukan Disk Defragmenter Secara Rutin
Apabila laptop Anda masih dibekali dengan Windows 7 maka dapat dipastikan bahwa media penyimpanannya sudah berusia lanjut dan membutuhkan defrag supaya isinya bisa tetap teratur dan terorganisir dengan baik.

Proses defrag membutuhkan waktu yang lama, usahakan untuk menjalankannya pada saat malam hari supaya Anda bisa meninggalkan laptop semalaman.
3. Gunakan Fitur Ready Boost pada Laptop

Awal  <<----->>  Kembali  <<----->>  Selanjutnya 18