-->

Hati-hati, Ini 4 Kerusakan yang Umum Ditemui di Handphone Android
Penggunaan ponsel pintar nggak terpisahkan dari yang namanya kerusakan. Seberapa pun kamu hati-hati dalam memakainya, pasti ada saja gangguan yang kamu hadapi. Baik itu yang disebabkan waktu/umur atau kecelakaan seperti terjatuh atau terendam air. Hal ini berpeluang lebih sering terjadi bila kamu nggak menggunakan ponsel dengan baik.

Masing-masing ponsel pintar memiliki titik lemah sendiri dalam perangkat. Nah, kali ini saya bakal membahas keluaran Android dan kerusakan yang umum terjadi pada ponsel tersebut.

1. Port charger atau port USB connector
Gangguan pada hardware bukan hal asing yang ditemui oleh pengguna Android. Sering kali masalah terletak pada port charger yang nggak berfungsi dengan baik. Penyebab dari gangguan ini adalah kebiasaan menggunakan ponsel sambil mengisi daya baterai, serta mengabaikan posisi USB yang nggak sejajar dengan sambungan charger. Masalah ini juga bisa timbul bila ponsel terjatuh atau terkena air.

Untuk memperbaiki kerusakan ini, kamu bisa ke tempat reparasi Android. Di tempat-tempat service nonresmi, biayanya bisa lebih murah, sekitar Rp80 ribu sampai Rp200 ribu. Tergantung jenis smartphone dan seberapa parah kerusakan yang terjadi.

2. LCD pecah
Penyebab paling utama dari pecahnya LCD adalah karena jatuh, tergencet, terbanting, atau terhantam benda keras. Biasanya nggak bakal langsung terlihat. Namun, setelah beberapa lama, kamu bakal mulai menyadari adanya perbedaan di layar. Bila gradiasi warna pada layar tiba-tiba menjadi sangat kontras atau mirip cat bocor, itu tandanya ponsel Android kamu harus segera berobat.

Sayangnya, kamu nggak punya pilihan banyak untuk mengatasi LCD pecah. Mau nggak mau, kamu harus mengganti LCD yang rusak tersebut. Kisaran harganya Rp200 ribu sampai Rp5 juta. Harga itu bergantung pada tipe smartphone dan kualitas layar. Kalau sudah terlalu tinggih, sih, mending sekalian ganti ponsel.

3. Disfungsi layar sentuh
Semua ponsel pintar itu berlayar sentuh, jadi bila layar sentuh ponselmu terganggu atau nggak berfungsi dengan baik, sama saja dengan nggak bisa menggunakannya sama sekali.

Disfungsi touchscreen pada Android sering kali terjadi bersamaan dengan rusaknya LCD akibat benturan yang keras. Namun, ini juga tergantung apakah ponselmu memiliki LCD dan touchscreen yang sepaket atau nggak. Bila sepaket, tentu biaya yang kamu keluarkan bakal lebih besar.

Nah, untuk memperbaiki touchscreen yang rusak, kamu bisa ke tempat service. Kamu bisa menyiapkan Rp100 ribu sampai Rp800 ribu (bila kerusakan terpisah). Namun, bila LCD dan touchscreen kamu satu paket, kamu harus merogoh kantong sekitar Rp300 ribu sampai Rp5 juta.

4. Memori internal
Memori internal memiliki fungsi yang sangat penting untuk performa ponsel pintar. Memori internal bekerja sebagai storage untuk menyimpan file, dokumen, musik atau video, serta aplikasi yang mendukung fungsi smartphone. Nah, kalau memori internal rusak, ponsel kamu pun nggak bisa digunakan.

Masalah ini biasanya terjadi karena aliran listrik yang nggak stabil, serta benturan dan pemakaian pengisi daya palsu atau tiruan. Selain itu, pemakaian yang sembrono, seperti memakai ponsel sambil di-charge, swap memory, dan banyaknya game dan aplikasi berukuran besar juga berpengaruh terhadap rusaknya memori internal. Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah ini adalah mengganti memori internal ponselmu. Harganya cukup terjangkau, sekitar Rp300 ribu sampai Rp3 juta. Biaya ini tergantung tipe dan biaya pemasangannya.

Melacak Ponsel Android yang Hilang, Coba Lakukan Cara-Cara Ini!
Penting! Ini Cara Ketahui Apakah Call Log dan SMS Kamu Terekam Facebook
Cara Mudah Kelola Akun dan Password, Ini Tipsnya!

Itulah beberapa kerusakan umum yang biasanya terjadi pada ponsel Android. Kerusakan atau gangguan terkadang memang nggak terhindarkan. Pada satu masa, ponsel memang bisa saja rusak karena banyak faktor. Karena itu, akan lebih baik bila kamu memiliki dana khusus untuk mengatasi masalah emergensi seperti ini.

Macam-Macam Kerusakan Pada Handphone
Sikap Anda memperlakukan ponsel sangat memengaruhi umur ponsel. Misalnya, mengapitnya di saku celana jeans, meletakannya dalam tas tanpa sarung, bersikap ceroboh sehingga menjatuhkannya, atau tanpa sengaja membuatnya kecemplung ke air.

Cara Anda men-charge ponsel juga punya andil terhadap kesehatan baterai ponsel, yang akhirnya menimbulkan “koma” pada Integrated Circuit Power di mesin ponsel.

Untuk mengecek kesehatan ponsel, Anda bisa mendatangi service center resmi milik vendor, atau cari pengobatan alternatif dengan biaya lebih terjangkau di pusat reparasi ponsel. Hanya saja, Anda harus memilih tempat reparasi yang punya reputasi baik, supaya tidak malah tertipu!

Ini dia, 10 jenis kerusakan ponsel yang paling sering terjadi:

1. Integrated Circuit (IC) Power
IC Power merupakan perangkat inti mesin ponsel. Gejala kecil pada ponsel bisa berujung pada penyakit paling kronis yang terletak di komponen ini. Jika sudah pada titik ini, ponsel Anda antara hidup dan mati.

Penyebab kerusakan pada IC Power umumnya terjadi karena jaringan listrik pada saat Anda men-charge ponsel tidak stabil dan sering naik-turun. Hal ini disebabkan oleh listrik tegangan tinggi. Jadi buat Anda yang tinggal berdekatan dengan tiang listrik tegangan tinggi, waspadai kerusakan ponsel saat men-charge.

2. Flexi Cable
Umumnya terjadi pada ponsel clamshell atau ponsel lipat. Flexi Cable merupakan penghubung antara mesin ponsel dan LCD. Jika terjadi kerusakan pada komponen ini, LCD pada ponsel akan blank atau mati. Penyebabnya, ponsel sering terkena air dan terjatuh.

3. Driver LCD (Liquid Crystal Display)
Kerusakan pada layar LCD umumnya disebabkan oleh ponsel yang sering jatuh. Hal ini memang biasa terjadi, namun dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Jika layar sudah “koma”, sudah pasti driver LCD ponsel Anda, terkena gangguan hebat. Suka atau tidak, Anda harus menggantinya.

4. Driver Lampu
Lampu ponsel tak juga berfungsi, bisa jadi karena ponsel sering terkena air atau lembab. Sarung ponsel dari plastik yang jarang dibuka juga berpengaruh. Minimal buka sarung seminggu sekali untuk memberikan udara segar bagi ponsel Anda.

5. IC Plus
Jika ponsel Anda dilengkapi beragam fitur dan aplikasi, berhati-hatilah.
Pengoperasian menu yang tak sabaran atau semaunya bisa merusak ponsel. Misalnya, sehabis memainkan games, Anda langsung tekan tombol off (End Call), atau tanpa melalui Exit.
Hal ini menyebabkan sistem software yang bekerja sesuai aturan di ponsel ngambek. Alias IC plus pada ponsel terganggu pola kerjanya.
Untuk menghindarinya, ikuti aturan main pada ponsel dengan rajin membaca buku panduan. Hati-hati juga saat menghapus aplikasi pada ponsel. Kerusakan IC Plus bisa juga disebabkan karena aplikasi explorer pada ponsel tak sengaja terhapus.

6. IC RAM
Ponsel dengan memori eksternal ataupun internal rentan terhadap virus pada ponsel. Penggunaan Bluetooth yang sembarangan ketika Anda men-transfer atau men-download data, menjadi jalur yang paling riskan.
Selain ulah virus, kerusakan pada IC RAM juga disebabkan karena memori ponsel Anda jebol. Kapasitas memori tak seimbang dengan jumlah data yang Anda input. Jadi, perhatikan sejauh mana memori ponsel bisa menyiman foto atau lagu-lagu.

7. IC Power Amplifier (PA)
Kinerja IC PA sangat bergantung pada posisi Anda saat menggunakan ponsel. Jika Anda sedang berada dalam gedung, basement, atau sedang di luar kota yang jauh dari lokasi BTS, kinerja IC PA dalam mencari sinyal akan kurang maksimal.
Nah, jika Anda tidak sedang berada pada kondisi tersebut namun sinyal tetap saja tidak stabil, ini pertanda IC PA ponsel Anda rusak. Penyebab kerusakan masih serupa, yaitu ponsel jatuh, kena air, sehingga IC PA korslet dan terbakar.

8. IC Audio
Jika fungsi audio pada ponsel tidak maksimal, suara telepon jadi tidak berbunyi.
Perangkat ini ada pada speaker atau buzzer (bunyi ringtone). Speaker ponsel tak berfungsi ketika tahanan kaki speaker tidak kencang atau tidak menempel pada mesin.
Untuk memeriksanya, tekan bagian speaker lalu minta rekan Anda menelepon ponsel Anda. Jika speaker masih saja tak berbunyi, saatnya Anda harus mengunjungi pusat reparasi.

9. Keypad
Kotoran yang masuk ke sela-sela keypad adalah biang kerok kerusakan keypad. Jika masih bisa dibersihkan dan keypad berfungsi normal, Anda tak perlu mengeluarkan biaya servis. Tetapi jika IC keypad sudah dimasuki kotoran halus atau cipratan air yang sering mengenai keypad, Anda harus segera memperbaikinya.

10. Kamera
Jika kamera beresolusi 3MP tidak berfungsi dengan baik, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, iklan telah menipu Anda. Kedua, software pada ponsel corrupt atau rusak. Gejalanya mudah saja. Gambar tampak tak sempurna di layar, cahaya tidak terang, atau gambar pecah.


Kembali 5Selanjutnya